KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai memperkuat langkah menuju pemerintahan berbasis digital.
Salah satunya melalui implementasi program Smart City dan rencana penerapan Super Apps yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan dan pelayanan publik dalam satu ekosistem digital.
Pembahasan itu dilakukan dalam rapat koordinasi implementasi Program Smart City yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu, 2 September 2026.
Rapat berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah Kota Kendari dan dipimpin Sekda Kota Kendari, Amir Hasan. Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari Sahuriyanto Meronda turut mendampingi. Hadir pula jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah se-Kota Kendari.
Amir Hasan mengatakan transformasi digital tidak dapat berjalan jika setiap perangkat daerah bekerja sendiri-sendiri. Karena itu, ia meminta seluruh OPD memastikan setiap program dan pelayanan publik terkoordinasi dengan Dinas Kominfo.
“Kami meminta seluruh OPD, pimpinan, dan jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Kendari untuk senantiasa berkoordinasi serta menyampaikan setiap kegiatan maupun pelayanan publik kepada Dinas Kominfo,” jelasnya.
Koordinasi tersebut diperlukan agar pemanfaatan teknologi informasi tidak berjalan secara parsial. Setiap sistem yang dikembangkan pemerintah harus dapat terhubung dan mendukung satu tujuan, yakni membangun tata kelola pemerintahan digital yang terintegrasi.
“Langkah ini penting agar tercipta keterpaduan program dalam mendukung Smart City yang terintegrasi,” bebernya.
Selanjutnya, Amir Hasan menegaskan penerapan Smart City bukan sekadar menghadirkan aplikasi baru. Lebih dari itu, teknologi harus mampu memperbaiki cara pemerintah bekerja sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan.
Karena itu, integrasi antarsistem dan antar-OPD menjadi salah satu kunci agar transformasi digital Pemerintah Kota Kendari tidak menghasilkan banyak aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari Sahuriyanto Meronda mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Kendari untuk mempercepat terbentuknya ekosistem pelayanan publik yang modern, transparan, terintegrasi, dan responsif.
Dalam rapat tersebut, mitra teknologi, PT Trada, memaparkan rencana penerapan Super Apps Pelayanan Publik di Kota Kendari.
Platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai proses pemerintahan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi kinerja. Integrasi itu juga diarahkan untuk memperkuat pemenuhan indikator Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Dengan konsep tersebut, layanan pemerintahan dan pelayanan publik diharapkan tidak lagi berjalan dalam sistem yang terpisah. Data dan proses layanan dapat dikembangkan dalam satu ekosistem digital sehingga lebih mudah dipantau dan dievaluasi.
Pemerintah Kota Kendari menilai penerapan Super Apps menjadi bagian dari strategi mempercepat transformasi digital. Tujuannya bukan hanya meningkatkan penggunaan teknologi di lingkungan pemerintahan, tetapi juga memangkas proses layanan yang tidak perlu dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik.
“Transformasi digital harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Layanan harus semakin mudah diakses, cepat, transparan, dan responsif,” tandas Sahuriyanto.
Penulis: Andri


















Komentar