SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Sekda Kota Kendari Tegur Camat dan Lurah Soal Atribut Pakaian Dinas

Sekda 23
Sekda Amir Hasan saat tegur Camat dan Lurah soal atribut, Senin (31/8/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan meminta camat dan lurah lebih disiplin dalam menggunakan pakaian dinas. Ia menegaskan kelengkapan atribut bukan sekadar soal penampilan, melainkan bagian dari kepatuhan aparatur terhadap aturan.

Hal itu disampaikan Amir Hasan saat memimpin apel gabungan ASN Pemerintah Kota Kendari di Lapangan Upacara Balai Kota Kendari, Senin, 31 Agustus 2026.

Amir Hasan secara khusus menyoroti kepatuhan camat dan lurah terhadap ketentuan pakaian dinas. Ia meminta para pejabat kewilayahan tidak mengabaikan kelengkapan atribut ketika menjalankan tugas.

“Terutama bagi camat dan lurah, tata cara berpakaian harus diperhatikan. Atribut harus lengkap dan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Menurutnya, ketentuan mengenai pakaian dinas telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2021. Karena itu, tidak ada alasan bagi aparatur untuk mengabaikan aturan tersebut.

Disiplin ASN tidak cukup diukur dari kehadiran mengikuti apel. Kepatuhan terhadap berbagai ketentuan kedinasan, termasuk cara berpakaian, merupakan bagian dari sikap profesional aparatur pemerintah.

“Disiplin itu bukan hanya hadir dalam apel, tetapi juga bagaimana kita menjalankan ketentuan yang sudah ditetapkan,” paparnya.

Selain itu, Amir Hasan mengingatkan ASN mengenai kebersihan lingkungan kerja di kawasan Balai Kota Kendari. Ia meminta kebersihan kantor tidak sepenuhnya dibebankan kepada petugas kebersihan.

“Kebersihan kantor Balai Kota Kendari juga harus kita jaga. Jangan hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” urainya.

Dalam apel tersebut, Amir Hasan mulai mendorong pejabat eselon III mengambil peran dalam kepemimpinan. Ia mengatakan pelaksanaan apel ke depan akan menjadi ruang bagi pejabat eselon III untuk berlatih memimpin.

Langkah itu, lanjut Amir Hasan, merupakan bagian dari kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Kendari.

Ia mengingatkan bahwa sejumlah pejabat senior akan memasuki masa pensiun. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan calon pemimpin sejak dini agar estafet kepemimpinan tidak terputus.

“Kita ini generasi sekarang, sebagian sudah mau pensiun. Begitu sudah pensiun, tidak pernah lagi berdiri di sini,” urainya.

Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kendari itu meminta pejabat eselon III tidak menganggap tugas memimpin apel sebagai formalitas. Kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk melatih kemampuan memimpin, berkomunikasi, sekaligus membangun kepercayaan diri sebagai calon pimpinan perangkat daerah.

“Begitu sudah berdiri di sini, maka siap-siap saja jadi pemimpin atau kepala OPD,” tegasnya.

Dengan demikian, regenerasi kepemimpinan perlu dipersiapkan sejak sekarang. Dengan begitu, keberlangsungan pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Kendari dapat tetap berjalan ketika pejabat senior memasuki masa purnatugas.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement