KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mendapat penghargaan sebagai kepala daerah dengan Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik tingkat Kabupaten/Kota Regional Sulawesi.
Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam menjalankan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sepanjang 2026.
Kepastian penghargaan itu tertuang dalam surat OJK Nomor S-531/EP.01/2026 tertanggal 24 Agustus 2026. Surat yang ditandatangani Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Mohammad Ismail Riyadi tersebut menyebut Pemkot Kendari sebagai salah satu pemerintah daerah yang mendapat apresiasi atas partisipasi aktif dan kontribusinya dalam mendukung Program KEJAR.
Penghargaan diserahkan dalam Puncak Hari Indonesia Menabung pada Jumat, 28 Agustus 2026, di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, Jawa Barat.
Program KEJAR merupakan bagian dari upaya OJK memperluas literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah. Melalui program ini, pelajar didorong memiliki rekening pada lembaga jasa keuangan formal sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini.
Di Kendari, implementasi program tersebut telah menjangkau sebagian besar pelajar tingkat SD dan SMP. Dari total 55.763 siswa, sebanyak 50.537 siswa atau lebih dari 90 persen telah memiliki rekening tabungan.
Wali Kota Siska mengatakan Pemkot Kendari menargetkan seluruh pelajar memiliki rekening dalam waktu dekat.
“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan mencapai target 100 persen. Kita ingin seluruh siswa memiliki rekening dan terbiasa menabung sejak dini sesuai arahan program nasional,” ungkapnya.
Pencapaian tersebut tambahnya, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk industri perbankan dan sponsor yang membantu menyediakan saldo awal pembukaan rekening bagi pelajar.
Ia menilai dukungan itu penting agar siswa dapat mulai menabung tanpa terbebani setoran awal.
Dengan demikian, Siska menegaskan program KEJAR tidak boleh berhenti sebagai pencapaian angka kepemilikan rekening. Tujuan utamanya adalah membentuk kebiasaan mengelola keuangan sejak anak-anak.
“Kita ingin menabung menjadi budaya sejak dini. Dengan begitu anak-anak belajar mengelola uang dan tidak tumbuh dengan perilaku boros yang nantinya justru membebani orang tua,” katanya.
“Kebiasaan menabung dapat melatih anak menjadi lebih disiplin, hemat, dan bertanggung jawab dalam mengelola uang,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar