SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Sekda Kendari Ajak Remaja Berperan Cegah Stunting Sejak Dini

Sekda 17
Sekda Amir Hasan saat pose bersama usai membuka sosialisasi bertema "Peran Remaja dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting yang digelar DPPPA, Kamis (9/7/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar sosialisasi bertema “Peran Remaja dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting” di Aula Samaturu, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan perempuan di bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi pada organisasi kemasyarakatan.

Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, didampingi Kepala DPPPA Kota Kendari, Fitriani Sinapoy.

Dalam sambutannya, Amir Hasan menegaskan penanganan stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Kota Kendari pada 2026, bersama upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan angka pengangguran.

Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia karena dapat mengganggu perkembangan otak, kemampuan kognitif, motorik, hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit saat dewasa.

“Penanganan stunting adalah persoalan yang kompleks dan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat,” jelasnya.

Ia menilai remaja menjadi kelompok yang sangat strategis dalam upaya memutus mata rantai stunting. Sebab, kesehatan dan status gizi remaja putri akan menentukan kualitas kehamilan dan kesehatan anak yang dilahirkan di masa depan.

“Mengapa remaja? Karena stunting adalah sebuah siklus. Jika calon ibu mengalami malnutrisi sejak usia remaja, maka potensi melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) akan meningkat. BBLR merupakan salah satu faktor utama penyebab stunting,” ungkapnya.

Selain itu, Amir Hasan mengapresiasi pendekatan edukasi sebaya (peer education) yang diterapkan dalam kegiatan tersebut. Penyampaian informasi antarremaja akan lebih mudah diterima sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan memenuhi kebutuhan gizi sejak dini.

Dengan demikian, ia berharap para peserta dapat menjadi pelopor di lingkungan masing-masing dalam mengampanyekan pencegahan stunting sekaligus mendorong lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala DPPPA Kota Kendari, Fitriani Sinapoy, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) DPPPA serta Surat Keputusan Wali Kota Kendari Nomor 467 Tahun 2026.

Sosialisasi itu bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pencegahan stunting, bahaya pernikahan usia anak, serta pemenuhan gizi seimbang sejak remaja.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan generasi muda mengenai urgensi pencegahan stunting, dampak pernikahan dini, serta pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama masa pertumbuhan,” bebernya.

“Mengingat angka pernikahan usia anak di Kota Kendari masih cukup signifikan, intervensi edukasi ini menjadi sangat penting agar remaja memahami risiko stunting sejak dini,” tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut diikuti 76 peserta yang terdiri atas 65 perwakilan remaja dari kelurahan se-Kota Kendari, sembilan anggota Forum Anak Kota Kendari, serta perwakilan penyandang disabilitas.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement