SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita

LHK Sebut Silaturhami Akbar Muna Murni Agenda Kekeluargaan

Hasan 8
Tokoh masyarakat Muna, La Ode Hasanuddin Kansi (LHK) saat menyebut silaturhami akbar yang akan digelar KKMM Sultra di Kendari murni agenda kekeluargaan, Jumat (3/7/2026). Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Rencana silaturahmi akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dijadwalkan berlangsung di Kendari pada 19 Juli 2026 ditegaskan sebagai forum silaturahmi yang berlandaskan semangat kebudayaan dan persaudaraan.

Tokoh masyarakat Muna, La Ode Hasanuddin Kansi (LHK), menilai tudingan dari sejumlah pihak yang mengaitkan kegiatan tersebut untuk kepentingan politik La Ode Darwin (DW) itu tidak berdasar.

Menurutnya, DW menghadiri dan menginisiasi kegiatan itu dalam kapasitasnya sebagai Ketua KKMM, bukan sebagai pimpinan partai politik.

“Pertemuan ini murni untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan masyarakat Muna di Sultra. DW hadir sebagai Ketua KKMM, bukan sebagai ketua partai. Dua kapasitas itu harus dipisahkan secara jelas agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru,” ungkap LHK, Jumat (3/7/2026).

Silaturahmi akbar tersebut tambahnya merupakan ruang mempertemukan masyarakat Muna dari berbagai daerah di Sultra tanpa membedakan latar belakang profesi, organisasi, maupun pilihan politik.

Keberhasilan menghimpun ribuan warga Muna dalam satu forum semestinya dipandang sebagai kekuatan sosial yang patut diapresiasi, bukan justru dicurigai sebagai agenda politik.

“Kalau ada yang mampu menyatukan masyarakat Muna dalam suasana kekeluargaan, itu seharusnya kita dukung. Jangan setiap kegiatan kemasyarakatan selalu ditarik ke ranah politik praktis. Yang dibangun di sini adalah kebersamaan, bukan konsolidasi partai,” kata LHK.

Bukan hanya itu, LHK mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memecah persaudaraan.

“Jangan sampai silaturahmi yang bertujuan memperkuat persatuan justru dipersepsikan berbeda karena kepentingan tertentu. Masyarakat Muna sudah cukup dewasa untuk membedakan kegiatan sosial kemasyarakatan dengan aktivitas politik,” tandasnya.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement