KENDARI, TERASSULTRA.COM – Sebanyak 66 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengikuti pembukaan Massive Open Online Course (MOOC) atau orientasi ASN berbasis digital yang difasilitasi Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Jumat (12/6/2026).
Program tersebut menjadi tahap awal pembekalan bagi PPPK untuk memahami nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN), etika birokrasi, serta profesionalisme dalam pelayanan publik
Membuka kegiatan itu, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengingatkan para peserta bahwa status ASN bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab, integritas, dan komitmen melayani masyarakat.
Di hadapan peserta yang berasal dari berbagai bidang, Sudirman memotivasi para PPPK agar tidak membatasi cita-cita dan jenjang karier hanya pada posisi yang saat ini mereka tempati.
“Saya juga dulu pegawai honorer di Kota Kendari. Tidak ada yang tahu perjalanan hidup seseorang. Yang terpenting adalah bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, dan terus meningkatkan kemampuan diri,” jelasnya.
Menurutnya, orientasi berbasis digital tersebut tidak boleh dipandang sebagai formalitas administratif semata. Program itu merupakan bekal penting bagi PPPK untuk memahami budaya kerja birokrasi modern yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
“Tantangan pelayanan publik semakin kompleks. ASN harus terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” paparnya.
Sudirman berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan serius sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Kalau orientasi ini diikuti dengan baik, saya yakin teman-teman akan lebih siap menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Itulah modal utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, menjelaskan bahwa MOOC PPPK merupakan program pembelajaran mandiri berbasis digital yang dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai nilai dasar ASN, etika birokrasi, serta peran aparatur dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Orientasi tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan etika yang kuat.
“Status ASN melekat pada diri kita bukan hanya saat jam kerja, tetapi sampai pensiun. Karena itu, setiap PPPK harus menjaga sikap, integritas, dan etika dalam kehidupan sehari-hari,” bebernya.
Ia mengungkapkan, peserta MOOC PPPK tahun anggaran 2024 tahap II berjumlah 66 orang yang terdiri atas 29 tenaga guru, 23 tenaga kesehatan, dan 12 tenaga teknis. Selain itu terdapat dua peserta tambahan dari PPPK tahun anggaran 2024 tahap I.
Penulis: Andri


















Komentar