KENDARI, TERASSULTRA.COM – Kabar duka datang dari dunia politik nasional. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, meninggal dunia dalam insiden kebakaran rumah di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Jumat pagi, 8 Mei 2026.
Kebakaran terjadi di rumah yang berada di Jalan Teratai Blok G8 RT 03 RW 02, Tanjung Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, asap hitam pertama kali terlihat mengepul dari lantai tiga bangunan sekitar pukul 07.53 WIB sebelum api membesar dan melalap sebagian rumah.
Haerul diduga terjebak di lantai atas ketika kobaran api mulai membesar. Sementara itu, istri dan anak almarhum dilaporkan selamat karena tidak berada di rumah saat kejadian berlangsung.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan mengerahkan sedikitnya 12 unit mobil pemadam dan 48 personel untuk memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung hampir satu jam sebelum api berhasil dikendalikan sekitar pukul 08.49 WIB.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu material mudah terbakar berupa sisa cairan tiner yang masih tersimpan pascarenovasi rumah. Namun hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki aparat kepolisian dan tim forensik kebakaran.
Kepergian Haerul mengejutkan banyak pihak, terutama masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Politikus asal Kolaka itu dikenal sebagai salah satu tokoh daerah yang berhasil meniti karier hingga tingkat nasional.
Sebelum menjadi anggota BPK RI periode 2022-2027, Haerul pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Selama berkiprah di parlemen, ia dikenal aktif menyuarakan berbagai isu pembangunan daerah dan kepentingan masyarakat Sultra.
Bagi sebagian masyarakat di daerah asalnya, Haerul dikenal sebagai figur yang tetap menjaga hubungan dengan masyarakat akar rumput meski telah berkiprah di tingkat nasional.
Kabar wafatnya Haerul dengan cepat menyebar di berbagai kalangan politik dan pemerintahan. Sejumlah tokoh nasional maupun daerah menyampaikan belasungkawa atas kepergian almarhum.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tulis salah satu ucapan belasungkawa yang beredar di kalangan pejabat dan kolega almarhum.
Diketahui, hingga Jumat siang, rumah duka masih didatangi kerabat, sahabat, dan sejumlah tokoh politik yang datang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Penulis: Arsya


















Komentar