SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita

Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna di Kendari, LHK: Menjaga Ikatan, Merawat Identitas

Hasan 2

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Gagasan Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna di Kota Kendari mulai mencul di ruang publik. Agenda yang masih dalam tahap persiapan itu mendapat sambutan dari berbagai kalangan, salah satunya dari pemuda asal Muna, La Ode Hasanuddin Kansi.

Bagi Hasanuddin yang akrab disapa LHK, pertemuan seperti itu sebagai ruang untuk merawat ikatan sosial yang kerap tergerus oleh jarak dan kesibukan hidup di perantauan.

“Di mana pun orang Muna berada, silaturahmi itu harus tetap hidup. Ini bukan hanya soal berkumpul, tapi menjaga rasa kekeluargaan agar tidak terputus,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon whatsappnya, Selasa (28/4/2026).

Menurut dia, silaturahmi memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar pertemuan fisik. Dalam perspektif keagamaan, ia menyebut silaturahmi sebagai jalan memperkuat ketaatan sekaligus memperluas keberkahan hidup.

“Dalam Islam, silaturahmi itu melapangkan rezeki, memperpanjang umur, dan menghapus permusuhan. Tapi secara sosial juga penting, karean dapat memperkuat solidaritas dan menciptakan harmoni di tengah masyarakat,” jelasnya.

LHK yang dikenal sebagai penggagas Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Indonesia menilai, kekuatan masyarakat Muna terletak pada kemampuannya menjaga nilai-nilai kolektif. Ia merujuk pada falsafah hidup orang Muna yang menempatkan agama sebagai puncak dari seluruh tatanan nilai.

“Filosofi itu jelas, hansuru-hansuru badha, sumano kono hansuru liwu; hansuru-hansuru liwu, sumano kono hansuru adhati, hansuru-hansuru adhati, sumano tangka agama. Artinya, ada hirarki nilai yang harus dijaga, sampai pada titik tertinggi yaitu agama,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia menilai, silaturahmi akbar ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai tersebut di tengah perubahan zaman. Terutama bagi generasi muda Muna yang tumbuh di luar kampung halaman.

“Kalau tidak ada ruang seperti ini, generasi muda bisa kehilangan akar. Silaturahmi ini menjadi pengingat bahwa kita punya identitas yang harus dijaga,” bebernya.

Selain itu, ia melihat kegiatan ini sebagai momentum memperkuat jaringan sosial masyarakat Muna di Kota Kendari. Dengan jumlah perantau yang terus bertambah, ruang temu dianggap penting untuk membangun solidaritas yang lebih terstruktur.

“Ini bisa jadi titik temu lintas generasi, yang tua, yang muda, semua berkumpul. Dari situ lahir komunikasi, kolaborasi, bahkan solusi untuk berbagai persoalan,” paparnya.

Dengan demikian, LHK berharap agenda serupa tidak berhenti pada satu momentum, tetapi menjadi kegiatan berkelanjutan yang memperkuat kohesi sosial masyarakat Muna di perantauan.

“Silaturahmi seperti ini harus dirawat, bukan hanya sekali. Karena dari sinilah kekuatan sosial itu tumbuh,” tandasnya.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement