KENDARI, TERASSULTRA.COM – Prosesi adat Tolaki berlangsung khidmat di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu, 26 April 2026. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Adat Tolaki (LAT) menganugerahkan gelar adat kepada Kepala Staf Angkatan Udara, M. Tonny Harjono, dan Gubernur Andi Sumangerukka.
Prosesi dipimpin Ketua Umum DPP LAT Lukman Abunawas, dengan tata cara adat Tolaki yang sarat simbol. Rangkaian dimulai dari pembacaan keputusan adat, dilanjutkan siri pinang, mombesara wonua, sumpah adat, hingga penyematan taawu dan penyerahan piagam gelar.
Berdasarkan Surat Keputusan DPP LAT Nomor 053/KPTS/DPP/LAT/IV/2026, Tonny Harjono dianugerahi gelar Tumonda Meotalinga Bundu. Dalam filosofi Tolaki, gelar itu dimaknai sebagai panglima atau penguasa angkatan udara.
“Gelar ini bukan hanya simbol, tetapi amanah,” kata Tonny.
Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai penguat komitmen menjaga kedaulatan negara sekaligus menghormati nilai budaya yang hidup di masyarakat.
Sementara Gubernur Andi Sumangerukka menerima gelar Lariwu Wuanggiha Lasawonua, yang merujuk pada pemimpin yang perintahnya didengar dan dihormati di wilayah wonua. Dalam tradisi Tolaki, gelar ini merupakan kepemimpinan yang tak hanya administratif, tetapi juga berakar pada legitimasi adat.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak berdiri di ruang kosong. Ini adalah pijakan pada kearifan lokal sebagai fondasi pemerintahan,” tegasnya.
Ketua DPP LAT Sultra, Lukman Abunawas menyebut gelar adat sebagai bentuk pengakuan sekaligus ikatan moral antara penerima dan masyarakat adat.
“Adat memberikan legitimasi kultural. Siapa pun yang menerima gelar, memikul tanggung jawab untuk menjaga kehormatan masyarakat Tolaki,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar