KENDARI, TERASSULTRA.COM – Halaman kantor Pemerintah Kota Kendari, Senin pagi, 13 April 2026, menjadi titik awal sejumlah penataan birokrasi sekaligus penguatan agenda kota. Dalam apel gabungan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) kepada lima pejabat di lingkup pemerintah kota.
Di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN), Sekda Amir Hasan menegaskan bahwa penunjukan Plt adalah bagian dari upaya menjaga ritme kerja pemerintahan tetap berjalan efektif di tengah sejumlah agenda strategis yang akan dihadapi Kota Kendari dalam waktu dekat.
Adapun pejabat yang menerima mandat sebagai Plt yakni Ilma Aseanti Vorico sebagai Plt Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD, Saparuddin Bachmid sebagai Plt Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Ormas Kesbangpol, Adi Supriadi sebagai Plt Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo, Agustan sebagai Plt Lurah Pondambea, serta Syarifuddin sebagai Plt Lurah Purirano.
“Penunjukan ini adalah bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Saya minta para pejabat yang menerima amanah dapat langsung bekerja, menyesuaikan diri, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ungkap Amir Hasan.
Selain itu, Amir Hasan mengatakan tiga agenda besar yang akan menjadi perhatian Pemerintah Kota Kendari dalam waktu dekat. Salah satunya adalah rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari yang akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga sekolah-sekolah.
Salah satu kegiatan yang dipastikan menjadi magnet adalah pawai budaya. Menurut Amir, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga ruang untuk menampilkan identitas dan kekayaan budaya lokal.
“Pawai budaya ini harus kita sukseskan bersama. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk menunjukkan jati diri daerah. Semua OPD, camat, lurah, sampai sekolah harus ambil bagian,” bebernya.
Namun demikian, Amir Hasan mengingatkan agar semangat memeriahkan HUT tidak berujung pada pemborosan anggaran. Ia menekankan pentingnya kesederhanaan dalam pelaksanaan kegiatan.
“Tidak perlu berlebihan. Manfaatkan apa yang ada. Misalnya dengan menggunakan pakaian adat masing-masing. Yang penting semangat kebersamaan dan partisipasinya,” kata dia.
Selanjutnya kata Amir Hasan Pemkot menaruh perhatian pada pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Aktivitas UMKM tetap didukung, termasuk dengan memberikan ruang berjualan pada malam hari.
Ia bahkan mendorong pelaku usaha untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi, salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi digital dalam menunjang usaha mereka.
“Kita dorong UMKM untuk terus berkembang, termasuk memanfaatkan sistem berbasis aplikasi. Ini penting agar mereka bisa bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas,” paparnya.
Meski demikian, Amir Hasan memberi catatan terkait aspek kebersihan yang kerap menjadi persoalan dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Ia meminta agar seluruh area yang digunakan untuk berjualan dipastikan kembali bersih pada pagi hari.
“Kebersihan ini tidak bisa ditawar. Setelah aktivitas malam, paginya lokasi harus sudah bersih. Tidak boleh ada sisa sampah atau bekas dagangan yang mengganggu lingkungan,” tegasnya.
Untuk memastikan hal tersebut berjalan, Amir Hasan meminta peran aktif para camat dan lurah agar tidak hanya mengawasi, tetapi juga turun langsung ke lapangan. Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah wilayah dan pelaku UMKM menjadi kunci menjaga keseimbangan antara geliat ekonomi dan ketertiban kota.
“Camat dan lurah harus hadir di tengah masyarakat, memfasilitasi, dan berkolaborasi dengan pelaku UMKM. Kita ingin ekonomi bergerak, tapi tetap tertib, aman, dan bersih,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar