KENDARI, TERASSULTRA.COM – Di tengah polemik dualisme kepengurusan Yayasan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) yang belum menemukan titik terang, sejumlah alumni kampus tersebut mulai melakukan konsolidasi untuk membentuk Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsultra.
Langkah itu terungkap dalam pertemuan yang dikemas dalam acara buka puasa bersama di kediaman pengacara senior Sultra, Abdul Rahman di Kecamatan Baruga, Kendari, Minggu, 15 Maret 2026. Puluhan kerabat, kolega, serta alumni Unsultra tampak hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain menjadi ajang silaturahmi Ramadan, pertemuan itu juga dimanfaatkan para alumni untuk membicarakan rencana pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) IKA Alumni Unsultra.
Abdul Rahman mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari konsolidasi awal alumni dalam menyiapkan pembentukan organisasi alumni yang selama ini belum terbentuk secara resmi.
“Pertemuan ini selain silaturahmi juga menjadi ruang diskusi bagi alumni. Kita membahas kesiapan Musyawarah Besar pembentukan IKA Unsultra,” jelasnyakepada wartawan.
Ia mengungkapkan, panitia saat ini tengah mematangkan berbagai persiapan untuk pelaksanaan Mubes yang ditargetkan digelar pada April 2026. Progres persiapan kegiatan sudah berjalan cukup jauh.
“Persiapannya sudah sekitar 80 persen. Insyaallah Musyawarah Besar IKA Alumni Unsultra akan dilaksanakan pada April 2026,” ungkapnya.
Ketua Panitia Pembentukan IKA Alumni Unsultra itu menambahkan, Mubes tersebut rencananya akan dihadiri sejumlah tokoh daerah yang juga merupakan alumni Unsultra. Beberapa nama yang disebut akan diundang di antaranya tokoh politik Ridwan Bae serta Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, yang selama ini diketahui memiliki kedekatan dengan kampus tersebut.
Abdul Rahman berharap kehadiran para tokoh itu dapat memperkuat peran organisasi alumni dalam mendukung perkembangan kampus maupun kontribusi bagi daerah.
“Kami berharap alumni Unsultra bisa bersatu dalam satu wadah yang kuat. IKA ini nantinya diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi alumni untuk berkontribusi bagi kampus dan daerah,” tegasnya.
Terkait siapa yang akan memimpin organisasi alumni tersebut, Abdul Rahman menegaskan proses pemilihan akan diserahkan sepenuhnya kepada forum Musyawarah Besar melalui mekanisme yang disiapkan panitia dan Steering Committee.
Meski demikian, ia mengaku siap apabila dipercaya oleh para alumni untuk memimpin organisasi tersebut.
“Soal siapa yang akan menjadi ketua, itu nanti diputuskan dalam forum Musyawarah Besar oleh para alumni. Tetapi jika saya diamanahkan, tentu saya siap,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Abdul Rahman juga menyinggung polemik dualisme kepengurusan Yayasan Unsultra yang hingga kini masih terjadi. Ia berharap momentum Ramadan dapat menjadi titik temu bagi kedua pihak yang berselisih untuk menyelesaikan konflik tersebut secara damai.
Menurut dia, penyelesaian polemik penting dilakukan agar tidak berdampak pada mahasiswa maupun aktivitas akademik di lingkungan kampus.
“Kita berharap bulan Ramadan ini bisa menjadi momentum rekonsiliasi. Konflik ini sebaiknya segera diselesaikan secara baik-baik agar mahasiswa dan kegiatan akademik tidak terganggu,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar