SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Hadiri Apel Operasi Ketupat Anoa, Siska Karina Imran Sebut Siap Perkuat Pengamanan Mudik

Ski 11
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menghadiri Apel Operasi Ketupat. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Wali Kota Siska Karina Imran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kendari untuk mendukung penuh pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Operasi Ketupat Anoa 2026 yang digelar di Kendari, Kamis, 12 Maret 2026.

Apel tersebut dipimpin oleh Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Didik Agung Widjanarko dan diikuti unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan Lebaran.

Dalam kesempatan itu, Walikota Siska mengatakan Pemkot Kendari siap bersinergi dengan aparat keamanan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.

“Pemkot Kendari mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa 2026. Kami berharap seluruh personel yang bertugas dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga perayaan Idul Fitri berlangsung aman, tertib, dan penuh kebahagiaan,” ungkapnya.

Ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai instansi pendukung menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama masa mudik dan libur Lebaran.

“Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh unsur terkait adalah kunci untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kota Kendari,” bebernya.

Walikota Siska juga mengimbau masyarakat Kendari agar tetap menjaga ketertiban selama masa mudik dan perayaan Lebaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku, sehingga suasana Idul Fitri di Kendari dapat berlangsung aman dan damai,” tutupnya.

Dalam apel tersebut, Kapolda Sultra Didik Agung Widjanarko menekankan agar seluruh personel yang terlibat dalam operasi pengamanan bekerja secara responsif dan humanis dalam melayani masyarakat.

“Melalui pelaksanaan operasi ini, seluruh personel diharapkan mampu bekerja secara responsif sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran aparat dalam memberikan rasa aman,” tandasnya.

Untuk diketahui, Operasi Ketupat Anoa 2026 melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri hingga instansi pemerintah dan lembaga pendukung seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Pertamina, Jasa Raharja, serta berbagai perangkat daerah.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement