KENDARI, TERASSULTRA.COM – Sejumlah sopir angkutan bandara di Kendari mengeluhkan tingginya biaya pendaftaran koperasi yang mencapai Rp2 juta, ditambah iuran bulanan Rp500 ribu. Beban tersebut dinilai memberatkan di tengah kondisi penumpang yang disebut terus menurun.
Salah seorang sopir bandara yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, besaran biaya tidak sebanding dengan pemasukan harian yang semakin tidak menentu.
“Biaya masuk Rp2 juta, lalu tiap bulan bayar Rp500 ribu. Sementara penumpang sekarang tidak seramai dulu,” ungkapnya, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menuturkan, jumlah sopir yang tergabung dalam koperasi terus bertambah, sementara jumlah penumpang justru menurun. Kondisi ini memicu persaingan ketat di lapangan hingga kerap menimbulkan konflik antar pengemudi.
“Sekarang sopir makin banyak. Penumpang sedikit, akhirnya kami saling berebut,” ungkapnya.
Menurutnya, ketiadaan sistem antrean yang jelas memperparah situasi. Para sopir berlomba mencari penumpang tanpa mekanisme yang tertib, sehingga tidak jarang memicu cekcok.
“Kadang sampai ribut karena tidak pakai sistem antrean. Siapa cepat dia dapat penumpang,” jelasnya.
Dengan demikian, pihaknya berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional angkutan bandara, termasuk penerapan antrean yang transparan dan adil guna meredam konflik di antara sesama pengemudi.
“Kami hanya minta aturan jelas supaya tidak ada lagi keributan sesama sopir,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Penerangan Lanud Halu Oleo, Lettu Sus M. Yusuf, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan lebih jauh.
“Maaf, saya belum bisa menjawab, masih di luar Kendari,” katanya singkat.
Penulis: Arsya


















Komentar