SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Tak Mau Jalan di Tempat, Pemkot Kendari Gandeng Malang Benahi Layanan Publik

SKI 5
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menerima Cendera mata dari Pemkot Malang usai MoU. Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memperkuat kerja sama antar daerah dengan Pemerintah Kota Malang sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi digital dan reformasi layanan publik.

Diketahui, kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Wali Kota Malang, Senin, 26 Januari 2026.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (SKI), bersama Pemerintah Kota Malang. Fokus kerja sama meliputi replikasi aplikasi Persada dan VESOP, serta penguatan tata kelola manajemen Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda).

SKI mengatakan, kolaborasi lintas daerah ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat reformasi birokrasi yang selama ini berjalan lambat akibat keterbatasan sumber daya dan fragmentasi sistem pelayanan.

“Pemerintah daerah tidak boleh lagi bekerja dengan cara lama. Kita tidak bisa terus-menerus membangun dari nol, sementara praktik baik sudah tersedia dan terbukti berjalan efektif di daerah lain,” jelasnys.

Kerja sama tersebut tidak berhenti pada pemanfaatan aplikasi semata, melainkan mencakup transfer pengetahuan, pendampingan teknis, hingga evaluasi berkala agar implementasi kebijakan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Yang kami dorong adalah perubahan cara kerja birokrasi lebih transparan, lebih akuntabel, dan berbasis data. Digitalisasi harus menjadi alat reformasi, bukan sekadar formalitas inovasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, SKI mengatakan tantangan pelayanan publik ke depan semakin kompleks, terutama di tengah tuntutan masyarakat terhadap layanan yang cepat, terukur, dan bebas dari praktik administrasi yang berbelit. Karena itu, pemerintah daerah dituntut untuk membuka diri terhadap kolaborasi dan inovasi lintas wilayah.

“Tidak ada lagi ruang bagi ego sektoral. Pemerintah harus saling belajar dan berbagi. Kolaborasi ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan pelayanan publik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Dengan demikian, SKI berharap replikasi sistem digital dan penguatan tata kelola BUMD, khususnya sektor air minum, diharapkan mampu mendorong efisiensi pengelolaan serta meningkatkan kualitas layanan dasar bagi warga Kota Kendari.

 

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement