KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menandai akhir tahun 2025 dengan langkah kecil namun berdampak besar.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari meluncurkan Buku Tamu Digital, sebuah inovasi yang mulai diterapkan di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan pada awal 2026.
Inovasi ini lahir dari kebutuhan akan pelayanan administrasi yang lebih efisien, praktis, dan ramah lingkungan, seiring percepatan transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Selama ini, pencatatan tamu masih mengandalkan buku manual yang dinilai tidak lagi relevan di tengah tuntutan pelayanan modern.
Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menegaskan bahwa Buku Tamu Digital bukan sekadar pengganti buku tulis, melainkan bagian dari perubahan cara kerja birokrasi yang lebih adaptif.
“Buku tamu digital ini bukan hanya soal mengganti kertas dengan layar. Ini adalah langkah konkret menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Kami ingin seluruh OPD, kecamatan, dan kelurahan terbiasa dengan sistem digital yang terintegrasi,” urainya.
Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus memperkuat komitmen Pemkot Kendari dalam menjalankan kebijakan digitalisasi secara berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang E-Government Kominfo Kota Kendari, Hery. Ia menyebut Buku Tamu Digital sebagai bagian dari rangkaian transformasi layanan pemerintahan yang terus dikembangkan di Kendari.
“Masih menggunakan buku manual di era digital tentu menjadi tantangan. Karena itu, di penghujung 2025 ini kami menghadirkan inovasi Buku Tamu Digital yang akan digunakan oleh seluruh OPD, 11 kecamatan, dan 65 kelurahan,” ungkapnya.
Sistem Buku Tamu Digital tambahnya dirancang untuk memudahkan pendataan tamu yang berkunjung ke kantor pemerintahan. Setiap tamu cukup memindai barcode yang tersedia, kemudian mengisi data diri dan tujuan kunjungan melalui telepon genggam.
“Sistem ini juga dilengkapi fitur pengambilan foto wajah untuk memastikan keakuratan data,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar