KONSEL, TERASSULTRA.COM – Tuduhan yang menyebut aktivitas pertambangan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) mencemari tambak warga hingga menyebabkan kematian ikan dan terancamnya hasil panen dibantah manajemen perusahaan.
PT WIN menegaskan, hingga kini belum ada kajian ilmiah yang menyimpulkan adanya hubungan langsung antara kegiatan pertambangan dan kondisi tambak masyarakat.
Assistant Corporate Communications Officer PT WIN, Aepudin, mengatakan informasi yang beredar di tengah masyarakat tidak disertai data lingkungan yang sah, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Sejauh ini belum ada hasil penelitian resmi yang menyatakan aktivitas pertambangan PT WIN menyebabkan penurunan hasil tambak. Faktanya, sejumlah tambak yang disebut terdampak masih dapat melakukan panen dengan hasil yang normal,” ungkapnya saat ditemui di salah satu lokasi tambak, Minggu (28/12/2025).
Ia menegaskan, seluruh kegiatan operasional PT WIN dijalankan sesuai ketentuan perizinan dan dokumen lingkungan yang berlaku, termasuk pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan langkah-langkah pencegahan dampak ke wilayah sekitar.
Terkait keluhan sebagian warga mengenai perubahan warna air tambak, Aepudin menyebut persoalan tersebut tidak bisa disimpulkan secara sepihak. Menurut dia, diperlukan kajian teknis dan uji laboratorium untuk memastikan sumber serta penyebab perubahan tersebut.
“Perubahan warna air tambak perlu diuji secara ilmiah. Tidak bisa langsung dikaitkan dengan aktivitas pertambangan tanpa dasar data dan penelitian yang jelas,” katanya.
Lebih lanjut, Aepudin menjelaskan PT WIN secara konsisten menerapkan prinsip Good Mining Practices, termasuk kepatuhan terhadap dokumen AMDAL dan perizinan lingkungan, pengelolaan air tambang dan sedimen sesuai kaidah teknis, pembangunan serta pemeliharaan sistem pengendalian limpasan air hujan, hingga pemantauan lingkungan secara berkala oleh tenaga ahli.
Seluruh kegiatan pertambangan, kata dia, juga berada dalam pengawasan instansi pemerintah yang berwenang.
“Kami berkomitmen mematuhi hukum dan menerapkan kaidah penambangan yang ramah lingkungan,” paparnya.
PT WIN, lanjut dia, juga membuka diri terhadap pelaksanaan kajian lingkungan independen yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
Menurutnya, pendekatan ilmiah dan dialog konstruktif jauh lebih tepat untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi lingkungan pesisir, dibandingkan tudingan sepihak yang berpotensi menimbulkan persepsi keliru.
Selain aspek lingkungan, PT WIN juga mengklaim memiliki komitmen terhadap keberlanjutan sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kami berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan usaha dengan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat sekitar,” tutup Aepudin.
Kesaksian serupa disampaikan Nurhadi, salah satu pengelola tambak di Desa Parasi, Kecamatan Palangga Selatan. Ia mengatakan hasil panen tambak yang dikelolanya saat ini tidak berbeda jauh dibandingkan panen-panennya sebelumnya.
“Alhamdulillah hari ini kami panen dan hasilnya bagus. Isu pencemaran dan potensi gagal panen memang perlu dikaji lebih dalam. Tidak bisa disimpulkan begitu saja,” bebernya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran pihak PT WIN saat proses panen berlangsung. Menurutnya, hal tersebut menjadi bentuk perhatian perusahaan terhadap keberlanjutan usaha ekonomi warga di sekitar wilayah tambang.
“Kami berterima kasih karena perusahaan hadir langsung. Ini menunjukkan komitmen mereka membangun hubungan baik dengan warga dan memastikan kegiatan ekonomi di lingkar tambang tetap berjalan,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar