SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Hadiri Malam Tirakatan Hari Bakti PU, Wali Kota Kendari Ajak Purna Bakti Terus Berkontribusi

Siska 21
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat memberikan sambutan dalam tirakatan hari bakti PU. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Suasana hangat dan penuh nostalgia menyelimuti Malam Tirakatan peringatan 80 Tahun Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) yang digelar di Restoran Fajar, Selasa (2/12/2025).

Kegiatan reuni Paguyuban Purna Bakti PU Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ini mempertemukan para tokoh senior yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan daerah.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menegaskan bahwa kehadiran para purna bakti PU merupakan energi moral bagi pemerintah daerah yang saat ini melanjutkan estafet pembangunan.

“Saya merasa sangat bangga bisa berada di tengah orang tua dan para senior yang telah mengukir sejarah pembangunan kota ini. Kota Kendari hari ini berdiri kokoh karena fondasi yang dikerjakan para purna bakti. Kami generasi sekarang hanya meneruskan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan selamat memperingati Hari Bakti PU ke-80, sembari menekankan bahwa kontribusi para purna bakti belum selesai. Menurutnya, pengalaman dan wawasan para senior masih sangat dibutuhkan.

“PU telah memberi wajah bagi Kota Kendari. Infrastruktur kota ini dibangun dengan standar terbaik berkat dedikasi Bapak-Ibu semua. Kami berharap para purna bakti terus mendampingi kami melalui saran, kritik, dan masukan demi pembangunan kota yang lebih baik,” tambahnya.

Tak hanya itu, Wali Kota Siska turut mengungkapkan agenda besar yang akan dihadapi Kota Kendari.

“Tahun 2026, Kendari menjadi tuan rumah pertemuan Persatuan Pemerintah se-Asia Pasifik, dengan dihadiri 173 pemerintah kota dari berbagai negara. Ini kesempatan besar dan kami membutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk para purna bakti,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Purna Bakti PU, Asrun, menyampaikan rasa syukurnya bisa kembali berkumpul setelah puluhan tahun berpisah jalur dengan para rekan perjuangannya.

“Ini momen yang sangat saya syukuri. Tidak semua diberi kesempatan untuk berkumpul kembali setelah hampir 20 tahun. Silaturahmi ini harus kita jaga. Paguyuban ini tidak boleh mati; harus tetap punya kegiatan agar kita tetap terhubung,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement