KENDARI, TERASSULTRA.COM – Aula Yayasan Al-Qalam pada Sabtu (22/11/2025) dipenuhi energi muda ketika jajaran Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan KAMMI Kota Kendari resmi dilantik.
Pelantikan itu sekaligus dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil), dan dihadiri langsung Asisten III Setda Kota Kendari, Imran Ismail.
Mengusung tema “Konsolidasi Kader Menuju KAMMI yang Kuat, Pelopor Kebaikan, dan Penggerak Perubahan Umat”, Imran menilai semangat yang diusung KAMMI selaras dengan kebutuhan zaman. Ia menegaskan bahwa generasi muda hari ini menghadapi tantangan jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.
“Perkembangan era disrupsi menuntut mahasiswa untuk lebih adaptif, kritis, dan kreatif. Namun, di tengah itu semua, nilai moral serta integritas tetap harus menjadi kompas yang tidak boleh dipisahkan,” ungkapnya.
Menurutnya, konsolidasi kader bukan hanya soal pembenahan struktur organisasi, melainkan juga pembentukan karakter yang tangguh. Ia mengingatkan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kualitas manusianya.
“Pemuda tangguh bukan hanya mereka yang cerdas, tetapi mereka yang mampu menjaga idealisme, mengedepankan akhlak, serta menjadikan nilai Islam sebagai landasan bertindak,” jelasnya.
Imran menambahkan, dinamika global saat ini membuat persoalan kepemudaan semakin multidimensional. Arus informasi yang begitu cepat kerap membawa tantangan baru yang tak hanya menyoal kecakapan intelektual, tetapi juga keteguhan integritas.
“Tantangan terbesar generasi muda hari ini adalah bertahan sebagai pribadi berprinsip di tengah derasnya pengaruh global. Integritas adalah benteng pertama,” tegasnya.
Di sisi lain, ia menyinggung arah pembangunan Kota Kendari yang tengah bertransformasi menuju kota yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Dalam proses ini, pemerintah daerah menyadari pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok pemuda.
“Kaum muda, khususnya mahasiswa, adalah kekuatan besar dalam mendorong perubahan. Energi dan idealisme mereka dapat menjadi motor pergerakan pembangunan kota,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar