SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Pemkot Kendari Matangkan RDTR Kota Lama

Nisna
Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati saat memberika keterangan. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk Kawasan Strategis Kota Lama, sebagai bagian dari langkah strategis memantapkan arah pembangunan dan kemudahan investasi di ibu kota Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkot Kendari menggelar Focus Group Discussion (FGD) II di Ruang Samaturu, Balai Kota Kendari, Kamis, 6 November 2025. Kegiatan ini dibuka oleh Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, hingga pelaku usaha.

Dalam kesempatan itu, Nismawati menegaskan pentingnya penyusunan RDTR sebagai pedoman teknis yang akan memudahkan investor dalam memahami arah pengembangan ruang di Kota Kendari.

“Meski kita sudah memiliki RTRW, RDTR ini adalah turunan yang lebih rinci dan aplikatif. Ia menjadi peta jalan bagi investor agar tidak salah arah dalam memanfaatkan ruang,” ungkapnya.

Menurutnya, RDTR juga berperan penting dalam mempercepat proses perizinan berusaha. Dengan adanya RDTR yang terintegrasi dalam sistem Online Single Submission (OSS), penerbitan Keterangan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dapat dilakukan secara otomatis tanpa harus melalui proses manual yang panjang.

“Kalau kawasan sudah punya RDTR yang terkoneksi OSS, investor cukup mencocokkan rencana usahanya lewat sistem. Izin lokasi, izin lingkungan, semuanya bisa lebih cepat dan transparan,” jelasnya.

Nismawati menambahkan, kehadiran RDTR Kawasan Strategis Kota Lama juga diharapkan dapat memperkuat identitas historis kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas ekonomi dan budaya Kendari di masa lalu, yang kini diarahkan menjadi kawasan investasi baru yang berkarakter.

“Kota Lama punya nilai sejarah yang kuat, tapi juga potensi ekonomi yang besar. RDTR ini akan membantu kita menjaga keseimbangan antara pelestarian dan pengembangan,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement