KENDARI, TERASSULTRA.COM – Menjawab keresahan publik soal keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari turun langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Wua-Wua.
Kunjungan lapangan ini sebagai bentuk komitmen DPRD dalam menjamin kualitas gizi dan higienitas makanan yang disajikan untuk ribuan pelajar di kota tersebut.
Dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III Arsyad Alastum, rombongan DPRD yang terdiri dari Sekretaris Komisi III Muslimin, serta anggota Apriliani Puspitawati, Andi Siti Rofikah Hidayat, Hasbulan, Aman Labelo, Simon Mantong, dan La Ode Alimin itu, menyisir langsung seluruh proses produksi dapur mulai dari penerimaan bahan baku, proses masak, hingga distribusi dan pengelolaan limbah.
“Makan gratis bukan berarti asal-asalan. Kami ingin pastikan bahwa makanan yang sampai ke tangan siswa itu aman, bergizi, dan layak konsumsi. Dan setelah peninjauan ini, kami cukup puas,” tegas Arsyad Alastum, di sela-sela kunjungan.
Program MBG di SPPG Wua-Wua diketahui melayani sekitar 2.793 porsi makanan per hari. Dengan skala sebesar ini, kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas makanan dianggap wajar, apalagi belakangan sempat beredar isu-isu soal keracunan makanan di wilayah lain.
Namun, Arsyad menegaskan agar masyarakat tidak mudah termakan isu yang belum terbukti kebenarannya.
“Kami mengimbau kepada orang tua dan pihak sekolah, jangan ragu. Sampaikan ke anak-anak, makanlah makanan yang disediakan. Jangan percaya isu sebelum ada fakta jelas,” jelasnya.
Sekretaris Komisi III Muslimin menyampaikan bahwa dapur MBG di SPPG Wua-Wua telah beroperasi sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami lihat langsung semua tahapan pengelolaan makanan berjalan sesuai SOP BGN. Dari penyimpanan bahan mentah, proses memasak, hingga pengecekan gizi dan distribusi semua termonitor,” ungkapnya.
Dengan demikian, ia berharap agar BGN terus memperkuat sistem pengawasan dan deteksi dini agar potensi masalah bisa diantisipasi sejak awal.
“Tujuan kita bukan sekadar memberi makan, tapi memberi makan yang benar. Ini investasi kesehatan jangka panjang,” tambahnya.
“Program MBG ini menyentuh langsung kebutuhan dasar siswa. Jadi, kami tidak main-main. Ini tentang generasi masa depan Kendari,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar