KENDARI, TERASSULTRA.COM – Asosiasi Rental Mobil (ARM) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyuarakan kekecewaannya atas minimnya pelibatan pelaku usaha lokal dalam penyelenggaraan event nasional di daerah, termasuk pada ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVIII yang digelar di Kendari.
Sekretaris DPW ARM Sultra, Asrul, menegaskan bahwa pihaknya kecewa karena vendor pelaksana justru menggunakan jasa penyedia kendaraan dari luar daerah, khususnya untuk pengadaan mobil Toyota Hiace.
“Informasinya, mobil yang digunakan didatangkan dari Makassar. Padahal di Sultra, kami para pengusaha rental mobil lokal siap melayani. Seharusnya event sebesar ini menjadi momentum menggerakkan ekonomi daerah, bukan malah mengalirkan keuntungan ke luar,” ujar Asrul, Rabu (8/10/2025).
Menurutnya, keputusan melibatkan pihak luar tanpa koordinasi dengan ARM Sultra menunjukkan kurangnya apresiasi terhadap keberadaan pelaku usaha lokal yang selama ini turut menopang roda ekonomi daerah.
“Secara etika, mestinya pihak luar baru dilibatkan kalau kami di daerah memang tidak sanggup memenuhi kebutuhan. Tapi faktanya, kami mampu. Hanya saja kami tidak diberi ruang,” tegasnya.
Asrul menyebut, ARM Sultra menaungi ratusan pelaku usaha rental mobil di berbagai kabupaten dan kota yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam mendukung mobilitas kegiatan pemerintahan, BUMN, hingga event berskala nasional.
“Kalau situasi seperti ini dibiarkan, sama saja kami ini seperti anak tiri di rumah sendiri,” ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Sultra dan panitia pelaksana STQH dapat menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi agar ke depan, setiap event nasional di daerah melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal.
“Pemerintah harus hadir memberi keberpihakan kepada pengusaha daerah. Jangan sampai event besar yang seharusnya menjadi pengungkit ekonomi lokal, justru menjadi ajang kebocoran ekonomi ke luar daerah,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar