SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Peringati World Cleanup Day 2025, Wali Kota Kendari Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Ski 34
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat pose bersama usai menggelar peringatan World Cleanup Day 2025. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang Jalan Budi Utomo, Sabtu (20/9/2025). Dari pelajar, ASN, hingga komunitas masyarakat, semua kompak mengenakan sarung tangan dan membawa karung sampah.

Aksi massal ini menandai peringatan World Cleanup Day (WCD) 2025, yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari sebagai bagian dari gerakan nasional menuju Indonesia Bersih 2029.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran memimpin langsung jalannya kegiatan. Dirinya membacakan pidato resmi dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menekankan pentingnya kebersamaan dalam mengatasi persoalan sampah.

“World Cleanup Day bukan sekadar mengangkat sampah dari jalan, tetapi momentum untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat,” kata Siska.

Ia menambahkan, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah dari rumah harus menjadi budaya baru warga Kendari.

“Lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Mari kita jaga kota yang kita cintai ini, sekaligus mendukung penilaian Adipura 2026,” bebernya.

Berdasarkan data KLHK, produksi sampah nasional mencapai lebih dari 56 juta ton per tahun, namun hanya 39,01 persen yang berhasil dikelola. Selebihnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kini sebagian besar sudah kelebihan kapasitas.

“Jika tidak ada perubahan pola pengelolaan, ancaman bencana akibat kelebihan TPA bisa terulang. Kita belajar dari kasus longsoran sampah pada 2005, jangan sampai itu kembali terjadi,” tegas Siska.

Dalam peringatan itu, hadir pula Anggota DPR RI Komisi XIII, Ali Mazi, yang memberikan apresiasi atas inisiatif Kendari. Ia menilai kegiatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam merespons isu lingkungan.

“Langkah Kota Kendari patut diapresiasi. Ini bukti bahwa daerah bisa menjadi garda depan dalam menjaga bumi, asalkan ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” ungkapnya.

Menurutnya, World Cleanup Day bukan hanya agenda simbolis, melainkan gerakan perubahan nyata.

“Kebersihan kota bukan pekerjaan sehari, tapi kerja panjang yang butuh konsistensi. Pemerintah pusat mendukung penuh langkah seperti ini,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement