SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Wali Kota Kendari Dorong Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Ski 33
Wali Kota Kendari sekaligus Bunda PAUD, Siska Karina Imran saat memberikan sambutan dalam sosialisasi Transisi PAUD ke SD. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Wali Kota Kendari sekaligus Bunda PAUD Kota Kendari, Siska Karina Imran menegaskan pentingnya menciptakan suasana belajar yang ramah anak saat membuka kegiatan Sosialisasi Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Selasa (16/9/2025).

Kegiatan ini diinisiasi Bunda PAUD Kota Kendari ini dihadiri para pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, HIMPAUDI, IGTKI, Ketua Kelompok Kerja Kepala TK, hingga ratusan guru PAUD dan SD.

Kehadiran orang tua dan siswa pun memberi warna tersendiri, mencerminkan semangat kolaborasi yang ingin dibangun dalam ekosistem pendidikan di Kendari.

Dalam kesempatan itu, Siska Karina Imran menegaskan bahwa transisi dari PAUD ke SD bukan sekadar pergantian jenjang, melainkan fase penting dalam perkembangan karakter anak.

“Transisi bukan hanya soal berpindah bangku sekolah. Lebih dari itu, ini tentang menumbuhkan kemandirian, rasa percaya diri, serta semangat belajar tanpa tekanan. Anak-anak harus merasa bahagia ketika memasuki jenjang pendidikan dasar,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Kendari merancang tiga program utama, yakni pelatihan bersama bagi guru PAUD dan guru SD, penerapan pembelajaran berbasis bermain dan proyek sederhana di kelas awal, serta penyediaan ruang belajar yang ramah anak.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada tenaga pendidik, tetapi juga pada keterlibatan aktif orang tua.

“Orang tua harus dilibatkan, karena kesiapan anak masuk SD bukan semata soal kemampuan membaca, menulis, atau berhitung. Ada kesiapan non-akademik yang lebih penting, seperti kemandirian dan kemampuan bersosialisasi,” jelas Siska Karina Imran.

Ketua Panitia, Saemina menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi kebijakan nasional, termasuk Undang-Undang No. 20 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Surat Edaran Kementerian Pendidikan terkait transisi PAUD ke SD.

Ia menjelaskan, total peserta kegiatan mencapai 125 guru, yang terdiri dari 60 guru TK dan 65 guru SD kelas awal. Seluruh rangkaian kegiatan didukung penuh melalui alokasi APBD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari.

“Kami ingin memastikan bahwa guru memiliki pemahaman dan keterampilan yang sama dalam mendampingi anak. Harapannya, tidak ada lagi kesenjangan antara pola belajar di PAUD dan SD,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement