KENDARI, TERASSULTRA.COM – Di tengah sorotan publik atas dugaan penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum tertentu, SPBU Cialam Jaya 74.933.06 yang berlokasi di Desa Tanea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), menegaskan bahwa seluruh penyaluran BBM subsidi jenis solar dilakukan secara ketat sesuai prosedur resmi dari Pertamina.
Pengawas SPBU, Samad menyatakan bahwa pihaknya hanya melayani konsumen yang telah terdaftar secara sah di Aplikasi MyPertamina dan memiliki barcode resmi.
“Kami selalu berpatokan pada SOP dari Pertamina. Setiap truk atau kendaraan yang datang harus menunjukkan barcode dari MyPertamina. Kalau tidak ada, ya tidak kami layani,” tegas Samad saat ditemui, Senin (28/7/2025).
Kemudian Samad menjelaskan, prosedur yang sama juga diberlakukan untuk petani yang ingin membeli BBM subsidi. Mereka wajib mendapatkan rekomendasi resmi dari instansi terkait, dalam hal ini Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Konda, sebelum didaftarkan ke MyPertamina.
“Jadi tidak asal beli. Kami pastikan hanya petani yang sudah mendapatkan rekomendasi dari BPP dan terdaftar di MyPertamina yang bisa kami layani,” ungkapya.
Langkah ini, lanjut Samad, dilakukan demi menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran, sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah.
“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah agar BBM subsidi tidak salah sasaran. Dan SPBU kami, sejak awal, berkomitmen menjalankan itu secara konsisten,” tambahnya.
Terkait insiden yang sempat viral di media sosial, yakni mobil ambulans milik Puskesmas Laonti yang kedapatan memuat puluhan jeriken solar subsidi, Samad membantah keras keterlibatan pihaknya dalam praktik ilegal tersebut.
“Kami pastikan, mobil ambulans yang viral itu bukan kami yang layani. Kami punya rekaman CCTV dan log transaksi. Kalau tidak terdaftar dan tidak ada barcode, ya tidak mungkin kami layani,” tegasnya.
Sebagai bagian dari lembaga yang melayani publik, Samad menyatakan SPBU Cialam Jaya terbuka terhadap masukan dan evaluasi dari berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum dan masyarakat.
“Kalau ada kritik atau saran soal pelayanan kami, kami sangat terbuka. Intinya, kami ingin menjadi SPBU yang disiplin dan dipercaya masyarakat,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar