SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Pemkot Kendari

Optimalkan Sistem dan Edukasi Masyarakat, Wali Kota Kendari Tinjau Layanan Darurat 112

FB IMG 1750218392317
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat meninjau layanan darurat 112. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berupaya memperkuat infrastruktur layanan publik, salah satunya dengan memastikan operasional optimal layanan panggilan darurat 112.

Langkah ini ditandai dengan kunjungan langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, ke Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, Selasa (17/6/2025), untuk meninjau kesiapan layanan yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.

Wali Kota Siska Karina Imran menyampaikan bahwa layanan 112 merupakan kebutuhan mendesak di tengah dinamika kota yang semakin kompleks. Namun, ia menilai layanan ini masih membutuhkan penguatan di berbagai lini agar mampu merespons keadaan darurat secara cepat dan akurat.

“Ini adalah layanan yang sangat penting untuk keselamatan warga. Tapi, seperti yang kita lihat hari ini, masih banyak ruang untuk penyempurnaan, baik dari sisi teknis maupun dari kesiapan SDM yang menjalankan layanan ini,” bebernya usai meninjau ruangan call taker dan sistem monitoring di Command Center.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap layanan 112, yang hanya bisa dicapai jika layanan tersebut menunjukkan konsistensi, profesionalisme, dan kecepatan dalam merespons laporan masyarakat.

“Masyarakat akan percaya dan terbiasa menggunakan 112 kalau layanan ini terbukti sigap dan solutif. Jadi, ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.

Pada dasarnya, pihaknya memiliki target agar layanan 112 dapat menjadi kanal utama pelaporan berbagai situasi darurat, mulai dari kebakaran, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, hingga tindakan kriminal.

Dengan demikian, untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dari TNI-Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, hingga rumah sakit rujukan.

“Kalau seluruh unsur bergerak dalam satu sistem yang terintegrasi, kita bisa memberikan respons dalam hitungan menit. Dan itu bisa menyelamatkan nyawa,” jelasnya.

Ia juga meminta agar layanan 112 tidak hanya berhenti pada aspek teknis, tetapi juga terus dikembangkan secara adaptif mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan warga.

“Kita ingin Kendari menjadi kota yang benar-benar siap menghadapi situasi darurat. Dan 112 adalah langkah awal untuk mewujudkannya,” tutup Siska Karina Imran.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto mengungkapkan bahwa layanan 112 saat ini telah beroperasi penuh selama 24 jam, dengan dukungan tenaga call taker dari kalangan ASN dan pegawai kontrak. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah maraknya panggilan palsu atau prank call.

“Setiap hari, kami menerima puluhan panggilan iseng. Ini sangat mengganggu karena bisa membuat kami terlambat merespons panggilan yang benar-benar darurat,” bebernya.

Ia menuturkan bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi hal yang sangat penting agar layanan ini tidak disalahgunakan. Selain itu, pihaknya juga sedang mengembangkan sistem yang dapat membantu memfilter dan mendeteksi potensi panggilan tidak valid.

“Kami sedang menyusun strategi agar ke depan bisa lebih tegas, termasuk memetakan nomor-nomor yang sering melakukan panggilan iseng. Tapi yang paling utama tetap edukasi, karena ini menyangkut kesadaran dan tanggung jawab bersama,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement