SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Pemkot Kendari

Cegah Genangan Jelang Musim Hujan, Sudirman Tinjau Langsung Pengerukan Drainase

FB IMG 1750113536886
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman saat meninjau pengerukan drainase di jalan Ahmad Yani. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus bergerak cepat dalam menanggulangi potensi genangan air menjelang musim hujan. Salah satu langkah nyata dilakukan pada Senin, 16 Juni 2025, saat Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman turun langsung meninjau kegiatan pengerukan drainase di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia.

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari sebagai bagian dari program pemeliharaan rutin infrastruktur saluran air. Jalur pengerukan dilakukan mulai dari depan Supermarket Sanya hingga jembatan Kali Kadia, yang selama ini dikenal sebagai titik rawan genangan.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 40 personel DLHK dikerahkan, didukung satu unit truk pengangkut sedimen. Pengerjaan dimulai dengan membuka plat beton penutup saluran untuk memudahkan pengangkatan lumpur, sedimen, serta gulma yang menyumbat aliran air.

“Masalah seperti ini memang kelihatan kecil, tapi jika dibiarkan bisa menimbulkan kerusakan jalan, terganggunya aktivitas masyarakat, bahkan memicu munculnya penyakit. Makanya kami turun langsung untuk memastikan pekerjaan berjalan optimal dan cepat selesai,” beber Wakil Wali Kota Sudirman di sela-sela peninjauan.

Sudirman juga menegaskan bahwa kebersihan dan fungsi saluran air merupakan bagian dari pelayanan dasar yang menjadi perhatian utama pemerintah kota.

“Kami tidak ingin warga Kendari kembali mengalami banjir atau genangan hanya karena saluran air yang tersumbat. Upaya pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan saat bencana datang,” tegasnya.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala DLHK Kota Kendari, Erlys Sadya Kencana, yang menyampaikan bahwa pengerukan dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif menjelang masuknya musim hujan tahun ini.

“Ini adalah bentuk kesiapsiagaan DLHK untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem. Dengan pengerukan seperti ini, kapasitas saluran air bisa kembali optimal dan mengurangi risiko banjir lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan DLHK, Tajwid menjelaskan bahwa pengerjaan ditargetkan mencapai 50 meter pada hari pertama, dan akan dilanjutkan esok hari hingga mencapai 100 meter total panjang saluran yang dibersihkan.

“Kami fokus pada titik-titik yang memang sudah kami identifikasi sebagai lokasi dengan potensi penyumbatan tinggi. Harapannya setelah kegiatan ini, aliran air bisa lancar dan masyarakat sekitar merasa lebih aman,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement