SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Pemkot Kendari

Momen Idul Adha, Pemkot Kendari Tebar Kepedulian Kepada Masyarakat

e5449682 4b37 415c 96d5 d94d26dd8a86
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman saat memberikan sambutan. Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi di Kota Kendari. Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memaknai momen ini sebagai ajang memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama.

Shalat Idul Adha tahun ini digelar serentak di 114 titik di seluruh penjuru Kota Kendari. Salah satu lokasi utama pelaksanaan ibadah berlangsung di Lapangan Benu-Benua, Kecamatan Kendari Barat.

Terlihat ratusan jamaah dari berbagai kalangan berkumpul sejak pagi hari untuk menunaikan salat ied secara berjamaah.

Hadir dalam pelaksanaan tersebut Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman yang turut didampingi para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan lurah setempat.

Sudirman menegaskan bahwa Idul Adha bukan hanya soal penyembelihan hewan qurban, tetapi lebih dari itu, sebuah pengingat spiritual untuk terus menjaga nilai keikhlasan dan semangat pengorbanan.

“Idul Adha bukan hanya soal ritual, tapi tentang nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian. Mari kita jadikan hari raya ini sebagai titik tolak mempererat persaudaraan, menjaga lingkungan, dan membangun kota yang aman serta tertib,” tegas Sudirman.

Pemkot Kendari berharap, semangat Idul Adha kali ini tidak berhenti pada ritual belaka, melainkan menjelma dalam bentuk tindakan nyata: berbagi, memperkuat empati, dan menjalin solidaritas sosial yang kokoh antarmasyarakat.

“Ini adalah bagian dari upaya membangun Kendari sebagai kota yang Aman, Sejahtera, dan Religius, dengan landasan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat,” tutup Sudirman.

Khutbah Idul Adha di Lapangan Benu-Benua disampaikan oleh Prof. Dr. Kamaruddin, salah satu tokoh agama terkemuka di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam khutbahnya, Prof. Kamaruddin mengangkat tema “Qurban Sebagai Jalan Penyucian Jiwa”, yang mengajak umat untuk merefleksikan esensi kurban sebagai bentuk penghambaan yang murni kepada Allah SWT.

“Yang sampai kepada Allah bukanlah daging atau darahnya, tetapi ketakwaan dan keikhlasan kita,” tuturnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menanamkan nilai-nilai qurban dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai ibadah tahunan, tetapi sebagai gerakan moral dalam membentuk masyarakat yang adil dan beradab.

“Qurban adalah simbol bahwa kita harus siap meninggalkan egoisme, serakah, dan amarah demi menjadi insan yang lebih baik. Anak-anak muda harus menjadi pelopor dalam semangat ini,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement