KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menegaskan komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi hasil melalui penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Samaturu, Kantor Wali Kota Kendari, Selasa (27/5/2025), dan diikuti oleh seluruh pejabat struktural mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, Pj Sekda, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Asisten, Staf Ahli, Direktur Rumah Sakit, hingga para camat se-Kota Kendari.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menekankan bahwa penandatanganan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan bagian dari gerakan reformasi birokrasi yang harus diterjemahkan dalam kinerja nyata.
“Perjanjian ini bukan formalitas. Ini adalah kontrak moral dan administratif yang menjadi fondasi kita dalam menciptakan budaya kerja yang produktif, akuntabel, dan terukur,” tegasnya.
Ia meminta seluruh jajaran Pemkot Kendari agar menjadikan perjanjian ini sebagai instrumen penggerak dalam menciptakan inovasi pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, tantangan ke depan menuntut aparatur negara untuk tidak hanya bekerja, tetapi juga berinovasi dan memberikan solusi.
“Saya ingin seluruh perangkat organisasi di lingkup Pemerintah Kota Kendari ini mampu memberikan inovasi terhadap daerah. Jangan hanya mengulang rutinitas, tetapi harus bisa melahirkan gagasan-gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan warga,” ujarnya.
Siska Karina Imran juga menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam penilaian kinerja. Ia memastikan bahwa sistem evaluasi yang diterapkan akan berjalan secara objektif dan bebas dari segala bentuk intervensi.
“Hari ini kita berkomitmen bersama. Saya pastikan, penilaian kinerja dilakukan secara profesional. Tidak ada unsur tekanan, tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Ini murni berbasis capaian kerja,” katanya.
Wali Kota perempuan pertama di Kendari ini berharap agar seluruh pejabat dapat menjadikan perjanjian kinerja ini sebagai kompas dalam menjalankan tugas, bukan sekadar dokumen yang disimpan dalam lemari.
“Setiap target harus dicapai, setiap indikator harus dipenuhi. Kinerja akan terus dimonitor dan dievaluasi secara berkala, bukan hanya di atas kertas, tetapi melalui hasil nyata yang dirasakan oleh masyarakat,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar