SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Ekobis

6.770 Kursi Disiapkan, Kementerian Perhubungan dan Pemprov Sultra Lepas Mudik Gratis Laut

Kapal
PT Dharma Indah siap melayani masyarakat untuk mudik lebaran. Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah membuka jalur pulang kampung lewat laut bagi warga Sulawesi Tenggara (Sultra). Program Mudik Gratis Lebaran 2026 digulirkan sejak 5 Maret, hasil kolaborasi Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dengan dukungan operator kapal cepat PT Dharma Indah.

Skema ini menyiapkan 6.770 kursi penumpang untuk rute pergi dan pulang dari Kendari menuju Raha dan Baubau. Kuota yang dibuka sejak awal Maret itu, menurut operator, langsung ludes diserbu calon pemudik.

“Sejak 5 Maret pengambilan tiket dibuka, kuota di masing-masing kapal langsung terpenuhi. Antusiasme masyarakat sangat tinggi,” unngkap Manager operasional PT Dharma Indah, Sardif saat ditemui di Kendari, Selasa (10/3/2026).

Rute Kendari-Raha menjadi gelombang awal. Keberangkatan dijadwalkan pada 12-16 Maret 2026 menggunakan KM Express Cantika 07 dengan kapasitas rata-rata 400 penumpang per hari. Total 2.000 kursi disiapkan untuk lima hari pelayaran berturut-turut.

Untuk arus balik Raha-Kendari, armada yang dikerahkan meliputi KM Express Bahari 6E, KM Express Cantika 16, KM Express Priscilia 88, dan KM Express Bahari 5E pada 17-29 Maret 2026. Total kapasitas arus balik rute ini juga mencapai 2.000 penumpang.

Sementara itu, rute Kendari-Baubau dijadwalkan pada 17, 18, dan 26 Maret 2026 dengan total kapasitas 1.200 penumpang. Adapun arus balik Baubau-Kendari digelar pada 17, 18, dan 25 Maret 2026 dengan kapasitas lebih besar, mencapai 1.570 kursi.

Saat ini lanjutnya, seluruh armada kini menjalani pemeriksaan intensif bersama otoritas pelabuhan dan instansi terkait guna memastikan kelaikan laut sebelum keberangkatan.

“Kami bersama otoritas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan kapal. Faktor keselamatan menjadi prioritas utama,” tutupnya.

Kadis Perhubungan Pemprov Sultra, Muhammad Rajulan menyebut program ini sebagai bentuk intervensi konkret untuk meringankan beban biaya transportasi masyarakat sekaligus mengurai potensi lonjakan penumpang jelang Lebaran.

“Kolaborasi ini menunjukkan negara hadir memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman dan terjangkau,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement