KENDARI, TERASSULTRA.COM – Sebanyak 11 elemen mahasiswa dan pemuda akan turun ke jalan secara serentak dengan isu utama menolak kebijakan DPR RI yang dinilai tidak pro rakyat serta mengutuk tindakan represif aparat kepolisian terhadap gerakan demonstrasi.
Ribuan massa diperkirakan memadati sejumlah titik vital, mulai dari perempatan Batas Kota Kendari–Konsel, Polda Sultra, DPRD Sultra, DPRD Kota Kendari, hingga Kantor Gubernur Sultra.
Aksi akan berlangsung sejak pukul 09.00 Wita hingga selesai, dengan tuntutan yang bervariasi namun benang merahnya sama yakni perlawanan terhadap kebijakan yang dinilai menyingkirkan kepentingan rakyat.
Berikut 11 elemen yang memastikan diri terlibat dalam aksi besar tersebut:
– BEM IAIN Kendari – 100 massa, korlap Muh. Abdan. Agenda: menolak kebijakan DPR RI dan mengecam sikap represif aparat.
– KBM UHO – 200 massa, korlap Nabil Al Mahmud. Agenda: menolak kebijakan yang pro-elite dan menuntut penghentian represif aparat.
– BEM Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) – 60 massa. Agenda: isu serupa terkait DPR RI dan kepolisian.
– BEM Teknik UHO – 100 massa, korlap Wahyu Hidayat. Agenda: kritik terhadap DPR RI dan tindakan represif aparat.
– Gerbang Kota Lama – 50 massa, korlap Ari Kota Lama dan Abdi Wira. Agenda: menolak kebijakan DPR RI dan represif aparat.
– Cipayung Plus Kota Kendari – 60 massa. Agenda: isu nasional terkait DPR RI dan kepolisian.
– Massa Kendari Bergerak – 100 massa. Agenda: melawan militerisme, kapitalisme, dan oligarki.
– Tamalaki Sultra – 100 massa. Agenda: menolak kebijakan DPR RI dan represif aparat.
– Aliansi Mahasiswa Pemuda Indonesia (AMPI) – 50 massa, korlap Fajar. Agenda: isu DPR RI dan kepolisian.
– Koalisi Pemuda Penggiat Lingkungan Sultra (KPPL-Sultra) – 50 massa, korlap Fikih Barakati. Agenda: menolak pembangunan dealer BYD yang diduga tanpa izin.
– Gerakan Gerilya Rimba Indonesia – 50 massa, korlap Ucu Lawa. Agenda: menuntut pencopotan Kasat Lantas Polresta Kendari atas dugaan penyalahgunaan prosedur penerbitan SIM.
– Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia – 100 massa, korlap Keking. Agenda: desakan kepada Kejati Sultra agar memeriksa pejabat pengadaan barang/jasa Diknas-Dikbud Sultra yang diduga mengatur lelang proyek.
Dari 11 elemen tersebut, mayoritas menekankan penolakan terhadap DPR RI serta sikap represif aparat kepolisian, sementara sebagian lainnya menyoroti isu lingkungan, tata kelola pemerintahan, hingga praktik hukum di Sultra.
Penulis: Andri


















Komentar