SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Pemerintahan

Hari Pertama Menjabat, Wakil Wali Kota Kendari Pimpin Rapat OPD Bahas 100 Hari Kerja

FB IMG 1740376005497
Wakil Walikota Sudirman sampaikan program 100 hari kerja. Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, langsung tancap gas di hari pertama menjabat dengan memimpin rapat bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Kendari, Senin (24/2/2025).

Rapat perdana ini bertujuan untuk membahas strategi pelaksanaan program 100 hari kerja, termasuk merealisasikan janji kampanye, menangani kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu, serta menyoroti berbagai persoalan krusial di Kota Kendari.

Dalam rapat tersebut, Sudirman menegaskan bahwa 100 hari pertama kepemimpinan Wali Kota Siska Karina Imran dan dirinya akan menjadi tolok ukur efektivitas program yang mereka usung selama kampanye.

“Rapat perdana ini membahas program 100 hari kerja yang harus kami jalankan. Masyarakat telah memberikan mandat kepada kami, dan kami berkomitmen untuk memenuhi janji kampanye dalam waktu dekat,” bebernya.

Ia juga meminta seluruh OPD untuk bekerja lebih cepat, inovatif, dan responsif dalam menangani berbagai persoalan perkotaan, terutama dalam sektor infrastruktur, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.

Selain membahas program kerja, Pemkot Kendari juga menaruh perhatian serius terhadap kebakaran yang terjadi di TPA Puuwatu. Sudirman memastikan bahwa pihaknya akan mengambil langkah cepat dalam penanganan, termasuk penyediaan dapur umum bagi masyarakat terdampak.

“Kami sudah meninjau langsung lokasi kebakaran. Fokus utama saat ini adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan secepatnya, termasuk penyediaan dapur umum,” jelasnya.

Salah satu langkah konkret yang tengah dirancang Pemkot Kendari adalah penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

“Ke depan, kemungkinan besar dana BTT akan dialokasikan untuk membangun kembali rumah warga yang terdampak. Dari hasil sidak, ada 46 Kepala Keluarga (KK) terdampak, di antaranya 20 KK merupakan pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Kami akan segera merumuskan langkah lebih lanjut,” ungkapnya.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan solusi bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di TPA Puuwatu.

Dengan demikian, Sudirman menegaskan bahwa rapat ini merupakan awal dari kerja nyata Pemkot Kendari dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif, transparan, dan berpihak pada masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya sekadar berjanji, tetapi memastikan bahwa semua program kerja berjalan dengan baik dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk itu, kami akan terus turun ke lapangan dan memastikan semua OPD bekerja maksimal,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement