SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Pendidikan

Debu Proyek BTN Selimuti SLB Negeri 1 Kendari, DPRD Kota Kendari Desak Pengembang dan Pemerintah Bertindak

IMG 20250113 WA0100
Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik saat memberikan keterangan. Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kendari mengeluhkan kondisi lingkungan sekolah yang penuh debu akibat aktivitas pembangunan perumahan BTN di Lorong Kehutanan, yang melewati jalur utama sekolah. Debu yang beterbangan setiap hari mengganggu kenyamanan siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan proses belajar mengajar.

IMG 20250206 WA0019

Kepala SLB Negeri 1 Kendari, Sitwan saat menunjukkan kondisi jalan di depan sekolah. Foto Arsya

Kepala SLBN 1 Kendari, Sitwan mengungkapkan bahwa kondisi ini telah berlangsung lama dan semakin parah seiring dengan kerusakan jalan di depan sekolah yang dulunya beraspal, kini berubah menjadi jalanan tanah yang berdebu akibat lalu lintas kendaraan berat yang keluar masuk proyek BTN.

“Debu yang masuk ke lingkungan sekolah sangat mengganggu. Setiap hari kami harus membersihkan fasilitas yang dipenuhi debu, dan kondisi ini tidak baik bagi kesehatan siswa serta guru. Kami hanya bisa melakukan penyiraman jalan untuk mengurangi debu, tapi itu bukan solusi jangka panjang,” ungkap Sitwan saat ditemui di sekolahnya, Rabu (12/2/2025).

Sekolah yang terletak di Lorong Kehutanan, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga ini sebelumnya memiliki akses jalan beraspal yang baik. Namun, sejak adanya pembangunan perumahan BTN sekitar tahun 2015, kondisi jalan mulai memburuk. Apalagi, pihak pengembang melakukan pelebaran jalan tanpa adanya konsultasi dengan pihak sekolah.

“Mereka (pihak BTN) berjanji akan mengaspal kembali jalan setelah pelebaran, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Hanya janji saja,” keluhnya.

Selain debu yang mengganggu, Sitwan juga mengungkapkan bahwa jalan yang digunakan kendaraan proyek sebenarnya bukan satu-satunya akses menuju perumahan BTN. Masih ada jalur lain yang bisa digunakan, namun entah mengapa pihak pengembang lebih memilih melewati jalur depan SLB.

“Ada jalan lain yang sebenarnya bisa dipakai, tapi mereka tetap memilih jalur di depan sekolah ini,” jelasnya.

Screenshot 20250206 104523 Chrome

Kondisi jalan di depan SLB Negeri 1 Kendari. Foto Arsya

Sitwan berharap agar permasalahan ini segera mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pengembang perumahan BTN. Terlebih, siswa di SLB Negeri 1 Kendari adalah anak-anak berkebutuhan khusus yang seharusnya mendapatkan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat.

“Tentu kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Kasihan siswa kami yang harus belajar dalam kondisi seperti ini. Kami tidak bisa berbuat banyak selain berharap ada solusi nyata dari pihak terkait,” harapnya.

DPRD Minta Pemerintah Bertindak

Menanggapi keluhan ini, anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik, menegaskan bahwa perbaikan jalan di depan SLBN 1 Kendari sudah masuk dalam anggaran reguler tahun 2025 dan menjadi prioritas pengaspalan. Ia meminta masyarakat, termasuk pihak sekolah, untuk bersabar karena pemerintah akan segera menangani permasalahan ini.

“Insya Allah tahun 2025 ini pengaspalan jalan akan diselesaikan. Tahun 2024 lalu, DPRD sudah melakukan pengerasan jalan, namun karena keterbatasan anggaran, pengerjaan tidak dapat dilanjutkan. Tahun ini sudah masuk skala prioritas,” kata Rajab Jinik.

Namun, terkait aktivitas pembangunan perumahan BTN yang berdampak pada masyarakat sekitar, Rajab menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah setempat, termasuk pihak kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW di lokasi tersebut.

“Terkait pembangunan BTN ini, sebenarnya peranan utama ada di pemerintah kecamatan, kelurahan, dan RT/RW. Mereka yang harus membicarakan langsung dengan pihak BTN mengenai penggunaan jalan ini,” jelasnya.

Screenshot 20250206 104730 Chrome

Pintu masuk SLB N 1 Kendari di Lorong Kehutanan, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga. Foto Arsya

Rajab juga menyoroti pentingnya kompensasi dari pihak pengembang kepada masyarakat yang terdampak debu akibat aktivitas proyek. Menurutnya, pihak BTN seharusnya memiliki kebijakan atau program tanggung jawab sosial untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan terhadap warga sekitar, terutama bagi SLB Negeri 1 Kendari yang siswanya merupakan anak-anak berkebutuhan khusus.

“BTN harus bertanggung jawab. Mereka harus menjelaskan kepada masyarakat dan memberikan kompensasi terkait penggunaan jalan ini. Karena yang terkena dampak bukan hanya SLB, tapi juga warga sekitar yang setiap hari menghirup debu akibat aktivitas proyek,” tegasnya.

DPRD Kota Kendari pun berjanji akan terus mengawal permasalahan ini agar segera mendapat solusi. Rajab menegaskan bahwa pengaspalan jalan di lokasi tersebut menjadi prioritas tahun ini, dan pihaknya akan memastikan anggaran yang telah dialokasikan benar-benar digunakan untuk perbaikan jalan demi kenyamanan masyarakat.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang perumahan BTN belum memberikan tanggapan terkait keluhan ini. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement