KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dalam rangka menciptakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan diselenggarakan pada 27 November tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar tabligh akbar dan doa bersama yang dilaksanakan di hotel Azizah Kendari pada Senin (16/9/2024).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah pejabat daerah. Acara ini merupakan salah satu upaya KPU untuk mengajak masyarakat terlibat aktif dalam menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Pose bersama usai melaksanakan tabligh akbar yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra. Foto Andri
Ketua KPU Sultra, Asril menyampaikan bahwa tujuan utama dari tabligh akbar ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Pilkada sebagai sarana memilih pemimpin yang amanah dan mampu membawa perubahan positif bagi daerah.
“Melalui acara ini, kami berharap masyarakat Sultra dapat lebih memahami pentingnya partisipasi aktif dalam Pilkada, serta tetap menjaga suasana yang kondusif, damai, dan demokratis,” jelasnya.

Ketua KPU Sultra, Asril saat memberikan keterangan. Foto Andri
Dalam kesempatan itu, Asril juga mengingatkan pentingnya menjaga netralitas penyelenggara pemilu. Menurutnya, sebagai lembaga independen, KPU harus menjamin bahwa seluruh tahapan Pilkada dilaksanakan sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan.
“Kami akan terus mengawasi dan memastikan setiap proses berjalan dengan baik tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” katanya.

Peserta tabligh akbar dan doa bersama yang digelar KPU Sultra. Foto Andri
Selain itu, Asril menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah menuntaskan 80 persen tahapan Pilkada. Dan saat ini tinggal 71 hari menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam hal menyalurkan hak suara terhadap pemimpin daerah untuk lima tahun ke depan.
“71 hari lagi kita akan berbondong-bondong menuju TPS untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur. Bupati dan Wakil Bupati kemudian Walikota dan Wakil Walikota,” jelasnya.
Seperti yang disampaikan para ulama tambahnya ketika ada masyarakat hendak berpergian diantara kalian bertiga maka tunjuklah salah satu dari kalian untuk menjadi pemimpin.
“Lebih baik dipimpin seorang yang zalim daripada tidak ada pemimpin. Maka penting seorang pemimpin dalam kehidupan sosial,” ungkap Asril.
Kemudian Asril mengatakan bahwa pihak di KPU telah menerima pendaftaran bakal calon (Bakal) Gubernur dan Balon Wakil Gubernur Sultra, Balon Bupati dan Balon Wakil Bupati, Balon Walikota dan Balon Wakil Walikota tepatnya pada 27-29 Agustus yang lalu.
Selanjutnya pada tanggal 15 September menyerahkan terhadap hasil klarifikasi dan dan verifikasi yang dilakukan oleh KPU terhadap seluruh bakal calon.
“Insyaa allah kami akan melaksanakan pleno tertutup untuk menetapkan siapa-siapa yang dari balon menjadi calon gubernur dan wakil gubernur. Kemudian calon Bupati dan Wakil Bupati, Calon Walikota dan Wakil Walikota,” ungkap Asril.
Kemudian tanggal 23 September pihaknya akan melakukan pengundian nomor urut terhadap Calon Kepala Daerah. Siapa yang akan mencabut nomor undian satu, dua, tiga, dan empat. Karena KPU Sultra di masa pendaftaran hanya empat bakal calon Gubernur dan bakal calon Wakil Gubernur yang didaftarkan oleh partai politik (Parpol).
“Tanggal 24 September setelah pengundian kita akan melaksanakan deklarasi damai. Kita akan meminta kepada bakal calon untuk sama-sama melaksanakan kampanye damai sehingga tetap tercipta konduktifitas dan keamanan daerah,” tegasnya.

Peserta tabligh akbar dan doa bersama yang digelar KPU Sultra sangat antusias. Foto Andri
Untuk itu, Sekretariat dan KPU Sultra dalam momentum memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 rabiul awal 1446 hijriyah dan tanggal 16 September 2024 mengajak seluruh masyarakat di bumi anoa untuk menyalurkan hak suaranya di Pilkada mendatang.
“Mari kita sama-sama menyukseskan Pilkada. Pada suara kita sangat menentukan untuk lima tahun ke depan,” tutupnya.

Ketua KPU Sultra, Asril saat memberikab keterangan usai melaksanakan tabligh akbar dan doa bersama. Foto Andri
Tabligh akbar ini menghadirkan penceramah terkemuka yang membawakan tausiyah mengenai peran penting masyarakat dalam menjaga kedamaian selama proses Pilkada. Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar menekankan pentingnya umat Islam untuk terlibat dalam memilih pemimpin yang memiliki integritas, serta mengedepankan prinsip-prinsip keadilan, kejujuran, dan amanah.
“Setiap suara yang kita berikan adalah amanah besar yang akan menentukan masa depan daerah kita,” ungkapnya.

Ketua KPU Sultra, Asril saat pose bersama dengan Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar. Foto Andri
Kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin langsung usdaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar. Doa tersebut ditujukan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Pilkada di Sultra berjalan dengan lancar, tanpa adanya gangguan keamanan maupun kecurangan.
“Kita berharap melalui doa ini, seluruh proses demokrasi di Sultra dapat berlangsung dengan damai dan jauh dari segala bentuk konflik,” tandasnya.
Acara ini pun ditutup dengan harapan besar dari semua pihak agar Pilkada 2024 di Sultra berjalan lancar, damai, dan menghasilkan pemimpin yang terbaik untuk daerah tersebut. Masyarakat Sultra diimbau untuk tidak golput dan menggunakan hak pilihnya dengan bijak. Dengan suksesnya Pilkada ini, diharapkan akan terwujud pemerintahan yang mampu membawa kesejahteraan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat di wilayah tersebut. (Adv).


















Komentar