SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum

Eks Bupati Bombana Burhanuddin Disebut Turut Serta Dalam Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Cirauci II

Jaksa Diminta Hadirkan Ulang Eks Pj Bupati Bombana Burhanuddin Sidang Korupsi Jembatan Buton Utara
11 dan dua orang terdakwa saat diperiksa dalam persidangan dugaan korupsi pembangunan jembatan Cirauci II di Butur. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Sidang perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan Jembatan Cirauci II di Kabupaten Buton Utara (Butur) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Kendari.

Dalam sidang lanjutan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra menghadirkan 13 orang saksi diantaranya, Yudi Masril (ASN), Yohanes (ASN), Moh. Fajarullah, Vickky Angga Ilham, M. Ikbal Sonda, Abu Bakar, Jumarni Rusli, Agus Ferdinand, Yudi Ferdin, Muh. Andra, Zainal, Nyoman Sukaja, dan Isnawati Pagala (ASN).

Kemudian dua orang tersangka yang kini telah dijadikan sebagai terdakwa yakni Direktur CV Bela Anoa inisial TUS dan peminjam bendera perusahaan inisial RD juga dihadirkan dalam sidang lanjutan pemeriksaan saksi.

Namun, Eks Bupati Bombana Burhanuddin tidak hadir dalam sidang tersebut. Padahal dalam perkara kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan Cirauci II, Burhanuddin selaku Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra sekaligus merangkap sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau Pejabat Pembuat Komitmen (KPA).

Atas dasar itu, Sulaiman selaku kuasa hukum terdakwa TUS dan RD meminta kepada JPU Kejati dan majelis hakim PN Kendari untuk menghadirkan kembali Burhanuddin di persidangan.
“Selaku kuasa hukum untuk membuat terang kasus ini maka Pak Burhanuddin harus dihadirkan kembali sebagai saksi,” ungkapnya saat ditemui di PN Kendari, Selasa (7/5/2024).

Terlebih kata Sulaiman, dalam dakwaan Burhanuddin disebut turut serta dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan Cirauci II yang terletak di Kabupaten Buton Utara itu.

“Memang di persidangan berikutnya sudah pemeriksaan saksi ahli, tetapi kami meminta kepada JPU dan hakim untuk menghadirkan kembali Pak Burhanuddin karena dalam dakwan disebut turut serta,” ungkapnya.

Selain itu, Sulaiman mengatakan bahwa dirinya juga akan meminta Ono sebagai saksi karena berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa yang bersangkutan bisa mengurai pekerjaan jembatan.

Kemudian alasan lain untuk menghadirkan Ono karena dia merupakan salah satu tetangga terdakwa yang juga mengetahui pekerjaan pembangunan jembatan Cirauci II itu.

“Saya akan berupaya untuk menghadirkan saudara Ono. Karena Ono ini merupakan tetangga RD yang juga mempunyai pekerjaan,” paparnya.

Pada dasarnya kasus dugaan korupsi pekerjaan pembangunan jembatan ini harus dibuat terang, sehingga pihak-pihak yang bisa memberikan keterangan akan diupayakan untuk dihadirkan di persidangan dalam hal memberikan kesaksian atau keterangan.

“Kasus ini harus dibuat terang dan siapa pun yang terlibat harus dijerat,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement