KENDARI, TERASSULTRA.COM –Berdasarkan hasil survei yang digelar Lingkaran Survei Indonesia Denny JA bahwa dalam pemilihan Gubernur masyarakat atau pemilih menginginkan Gubernur yang mampu menyelesaikan masalah ekonomi ketimbang isu primordial atau kesukuan.
Hal itu disampaikan Direktur LSI, Ikrama Masloman. Dijelaskannya berdasarkan hasil survei dengan menggunakan 800 responden di 17 Kabupaten Kota melalui wawancara langsung pemilih mengingkan pemimpin yang mampu memberikan solusi soal ekonomi ketimbang primordial.
“Perkembangan politik, yang selalu didominasi isu identitas mulai bergeser dan mengutamakan aspek-aspek kemampuan, khususnya kemampuan ekonomi menjadi pertimbangan pemilih dalam memilih pemimpin,” jelasnya, Selasa (30/4/2024).
Mayoritas pemilih sebesar 65,6 persen tambahnya menginginkan Gubernur yang mampu menyelesaikan masalah ekonomi tanpa mempertimbangkan asal-usul etnis calon Gubernur, sedangkan publik yang memilih atas petimbangan Calon Gubernur yang sama lama latar belakang etnis hanya sebesar 10,5 persen, sedangkan yang memilih karena pertimbangan calon yang memberikan bantuan sebesar 9,3 persen, dan sebesar 14,6 persen publik yang tidak menjawab.
“Pada dasarnya masyarakat saat ini lebih memilih Gubernur yang mampu menyelesaikan persoalan ekonomi, tidak melihat lagi soal kesukuan,” tegasnya.
Dengan demikian, sesuai hasil survei yang dilaksanakan bahwa diantara para calon Gubernur yang tertinggi elektablitasnya adalah Andi Sumangerukka (ASR) dengan nilai dukungan 15,4 persen.
“Masyarakat mendukung ASR untuk menjadi pemimpin di bumi anoa dengan dukungan sebanyak 15,4 persen,” bebernya.
Selanjutnya Ridwan Bae, 11,2 persen. Kery Saiful Konggoasa, 11 persen. La Ode Ida 10,7 persen. Lukman Abunawas 10,6 persen. Rusda Mahmud 6,4 persen. Tina Nur Alam 6 persen. Samsu Umar Abdul Samiun 4,4 persen.
Kemudian Surunuddin Dangga 3,9. Rusman Emba 3,2 persen. Abdurrahman Saleh 2,5 persen. Ruksamin 2,4 persen. Wa Ode Nurhayati 1,3 persen. La Ode Umar Bonte 0,4 persen.
“Itulah hasil survei terhadap bakal calon Gubernur Sultra. Dan kami laksanakan survei 20-26 Maret 2024, dengan marjin off error 3,5 persen . Namun, hasil ini bisa saja berubah,” tandas Ikrama Masloman.
Penulis: Andri


















Komentar