KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menerima penghargaan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) atas kecepatan komitmen serta responsivitas dalam menindaklanjuti program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, saat menghadiri Rapat Koordinasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 yang digelar BGTK Sultra di salah satu hotel di Kendari, Kamis malam, 21 Mei 2026.
Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sultra, Surip Widodo, mengatakan rakor tersebut menjadi ruang konsolidasi penting untuk menyamakan arah kebijakan pendidikan nasional dengan kesiapan pemerintah daerah.
“Program prioritas tahun 2026 menitikberatkan pada peningkatan kapasitas guru, penguatan kompetensi kepala sekolah, serta transformasi pembelajaran berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman saat menghadiri Rapat Koordinasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 yang digelar BGTK Sultra di salah satu hotel di Kendari, Kamis, 21 Mei 2026 malam. Foto Andri
Menurutnya, sejumlah program strategis yang dibahas dalam rakor meliputi pelatihan pembelajaran mendalam berbasis kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), pelatihan bimbingan dan konseling, seleksi bakal calon kepala sekolah melalui skema APBN dan APBD, hingga penguatan pembelajaran berbasis STEM atau science, technology, engineering, and mathematics.
Tak hanya itu, pemerintah juga mulai memetakan penuntasan pendidikan bagi guru yang belum menyelesaikan jenjang S1 atau D4 melalui program peningkatan kualifikasi akademik.
Selain penguatan kapasitas guru, rakor turut membahas pengelolaan kinerja kepala sekolah dan guru, penyusunan surat edaran Hari Belajar Guru, hingga regulasi penugasan guru di sekolah negeri.
Surip menilai tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sebatas pemerataan akses belajar, melainkan bagaimana sekolah mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang berlangsung cepat.

BGTK Sultra saat melaksanakan Rapat Koordinasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026, Kamis (21/5/2026) malam. Foto Andri
“Guru harus menjadi motor perubahan. Karena itu, model pendampingan melalui komunitas belajar akan terus diperkuat agar proses peningkatan kompetensi tidak berhenti hanya pada pelatihan formal,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menyampaikan bahwa Pemkot Kendari mendukung penuh seluruh agenda prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terutama yang berkaitan dengan peningkatan mutu tenaga pendidik.
Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola belajar generasi muda saat ini.
“Peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan merupakan bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Pendidikan tidak boleh berjalan biasa-biasa saja, karena tantangan zaman juga berubah sangat cepat,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman saat menghadiri Rapat Koordinasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 yang digelar BGTK Sultra, Kamis (21/5/2026) malam. Foto Andri
Pemkot Kendari tambahnya akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dalam menghadirkan sistem pendidikan yang lebih adaptif dan modern
“Pemkot Kendari berkomitmen mendukung pengembangan kompetensi guru, baik melalui pelatihan, penguatan literasi digital, maupun peningkatan kapasitas kepala sekolah. Kami ingin pendidikan di Kendari mampu melahirkan generasi yang siap bersaing, bukan hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional,” bebernya.
Tak hanya itu, Sudirman menilai penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan, harus direspons secara positif namun tetap terarah. Guru tidak boleh tertinggal dalam memahami perkembangan teknologi yang kini mulai masuk ke ruang-ruang pembelajaran.
“Teknologi jangan dilihat sebagai ancaman, tetapi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Karena itu guru harus terus belajar agar mampu mendampingi anak-anak menghadapi masa depan,” tandasnya. (adv)


















Komentar