SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial

Siska Karina Kawal Langsung Penanganan Banjir Kendari Bersama Dirjen SDA

Ski 71 1
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama Dirjen SDA Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw saat memberikan keterangan usai mengunjungi lokasi banjir, Jumat (15/5/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Deretan kendaraan pejabat pemerintah pusat berhenti di sejumlah titik rawan banjir di Kota Kendari, Jumat, 15 Mei 2026. Di bawah langit mendung yang masih menyisakan ancaman hujan, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, meninjau langsung kawasan yang selama bertahun-tahun menjadi langganan genangan.

Kunjungan pemerintah pusat itu untuk memetakan langkah percepatan penanganan banjir terpadu di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut, mulai dari normalisasi sungai hingga pembangunan kolam retensi.

Rombongan didampingi Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kendari, Muh. Jayadi, serta Direktur Bina Operasional dan Pemeliharaan SDA Kementerian PU, A. Adi Umar Dani.

IMG 20260516 WA0042 1024x768 2

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw serta Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae saat meninjau kawasan banjir, Jumat (15/5/2026). Foto Andri

Salah satu titik yang menjadi perhatian utama ialah Sungai Wanggu. Sungai itu selama ini menjadi simpul persoalan banjir di Kendari. Saat curah hujan meningkat, debit air kerap meluap hingga merendam permukiman warga dan mengganggu akses jalan utama kota.

Di lokasi tersebut, pemerintah pusat membahas sejumlah langkah teknis, mulai dari normalisasi alur sungai, penguatan tanggul, hingga pengendalian sedimentasi yang dinilai mempersempit kapasitas tampung sungai.

“Penanganan banjir di Kendari tidak bisa dilakukan parsial. Harus terintegrasi dari hulu sampai hilir, termasuk pembenahan sungai, drainase, dan pengendalian di kawasan muara,” ungkap Arnold di sela peninjauan.

Selain Sungai Wanggu, rombongan meninjau kawasan By Pass Kendari yang kerap tergenang saat hujan deras mengguyur kota. Pemerintah menilai sistem drainase di jalur strategis tersebut membutuhkan pembenahan menyeluruh agar aliran air tidak lagi tersumbat di sejumlah titik.

IMG 20260516 WA0061 1024x768 2

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menerima kunjungan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, Jumat (15/5/2026). Foto Andri

Perhatian juga diarahkan ke kawasan muara Sungai Wanggu. Di area itu, sedimentasi disebut menjadi salah satu penyebab aliran air menuju laut tidak berjalan optimal. Kondisi tersebut memicu efek backwater atau tertahannya aliran air yang kemudian memperparah banjir di kawasan permukiman.

Sementara itu, kawasan Amohalo yang selama ini juga menjadi titik rawan genangan masuk dalam agenda penanganan prioritas pemerintah pusat dan daerah.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah turut mematangkan rencana pembangunan kolam retensi di Nanga-Nanga. Infrastruktur itu dirancang sebagai tampungan sementara air hujan untuk menekan debit limpasan ke wilayah kota saat intensitas hujan tinggi.

IMG 20260516 WA0091 1024x768 1

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama direktur jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw memetakan langkah percepatan penanganan banjir, Jumat (15/5/2026). Foto Andri

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan persoalan banjir menjadi tantangan utama pembangunan perkotaan di Kendari. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong sinergi dengan pemerintah pusat agar penanganannya tidak lagi bersifat jangka pendek.

“Kami ingin penanganan banjir dilakukan menyeluruh dan berkelanjutan. Kehadiran langsung Dirjen SDA bersama Komisi V DPR RI menjadi sinyal positif bahwa pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap kebutuhan infrastruktur pengendalian banjir di Kendari,” jelasnya.

Ia berharap berbagai program yang kini masuk tahap pembahasan teknis dapat segera direalisasikan, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini paling sering terdampak banjir.

“Harapan kami tentu masyarakat bisa merasakan dampaknya secara langsung. Bukan hanya mengurangi genangan, tetapi juga memberi rasa aman ketika musim hujan datang,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement