KENDARI, TERASSULTRA.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah cepat Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam membantu penanganan banjir di Kota Kendari.
Apresiasi itu disampaikan saat Amran meninjau langsung kawasan bantaran Sungai Wanggu di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Selasa, 12 Mei 2026.
Di lokasi banjir, Amran melihat personel kepolisian membantu evakuasi warga, mendirikan tenda pengungsian, hingga menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak. Kehadiran aparat kepolisian sangat membantu warga di tengah situasi darurat banjir.
“Bhayangkari top. Pak Kapolri, ini Polda Sultra luar biasa, gerak cepat bantu rakyat dan bahkan memberikan bingkisan,” tegasnya di hadapan Wakapolda Sultra Gidion Arif Setyawan.
Amran datang langsung dari Jakarta untuk melihat dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sultra. Selain meninjau kawasan Sungai Wanggu, ia juga mengunjungi area persawahan yang terendam banjir di Desa Amohalo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.
Dalam peninjauan itu, Amran melihat langsung kondisi sawah warga yang masih tergenang air akibat luapan sungai dan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah lahan pertanian dilaporkan terancam gagal panen
Menurut Amran, pemerintah pusat akan memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak, khususnya petani yang mengalami kerugian akibat banjir. Bantuan tersebut meliputi benih, alat dan mesin pertanian, hingga bantuan pangan bagi warga terdampak.
“Kami datang untuk memastikan masyarakat mendapat bantuan dan penanganan cepat, terutama petani yang lahannya terdampak banjir,” tutupnya.
Wakapolda Sultra Gidion Arif Setyawan mengatakan personel kepolisian masih disiagakan di sejumlah titik banjir untuk membantu evakuasi warga dan distribusi bantuan logistik.
“Selain mendirikan posko pengungsian, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah juga menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar