SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial

Di Forum UCLG ASPAC, Siska Karina Imran Kenalkan Topi Boru Khas Tolaki

Ski 69 3
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran promosikan topi boru khas tolaki dalam rangkaian UCLG ASPAC, Jumat (8/5/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Di tengah rangkaian penyelenggaraan forum internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kota Kendari, Wali Kota Siska Karina Imran tampil mengenakan topi tradisional boru khas Tolaki.

Penutup kepala berbahan dasar enau itu merupakan simbol promosi produk kerajinan tangan warga Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, kepada delegasi internasional yang hadir di Kendari.

Topi boru yang dikenakan Siska merupakan hasil kerajinan tangan ibu-ibu rumah tangga di Lalodati. Produk tersebut selama ini menjadi salah satu usaha rumahan yang terus berkembang dan dikenal sebagai ciri khas kerajinan masyarakat setempat.

IMG 20260508 WA0090 1

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran pakai topi boru saat menanam pohon di Kebun Raya dalam rangkaian UCLG ASPAC, Jumat (8/5/2027). Foto Andri

Camat Puuwatu, Sainul Latief, mengatakan momentum UCLG ASPAC dimanfaatkan Pemerintah Kota Kendari untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif warga kepada peserta internasional.

“Wali Kota Kendari secara langsung memakai topi boru untuk memperkenalkan hasil kerajinan tangan masyarakat Lalodati kepada tamu-tamu UCLG ASPAC. Ini bentuk promosi budaya dan produk lokal kita,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui whatsappnya, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurutnya, kerajinan boru selama ini diproduksi kelompok ibu rumah tangga dengan memanfaatkan bahan baku alami dari pohon enau yang banyak tumbuh di wilayah Lalodati.

IMG 20260508 WA0091

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama Wakil Gubernur Sultra, Hugua gunakan topi boru saat tanam pohon di Kebun Raya dalam rangkaian UCLG ASPAC. Foto Andri

Selain dijadikan penutup kepala tradisional, produk tersebut juga mulai dikembangkan sebagai cendera mata khas daerah.

“Potensi pohon enau di Lalodati cukup besar. Dari situ masyarakat tidak hanya membuat boru, tetapi juga memproduksi gula merah yang menjadi sumber penghasilan warga,” ungkapnya.

Sainul mengatakan keterlibatan Wali Kota Kendari dalam mempromosikan langsung produk warga menjadi dorongan besar bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas pasar.

“Ini memberi semangat bagi masyarakat karena produk mereka dipakai langsung oleh wali kota di forum internasional,” tegasnya.

IMG 20260508 WA0085

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama Wakil Gubernur Sultra, Hugua gunakan topi boru saat menanam pohon di Kebun Raya Kendari dalam rangkaian UCLG ASPAC. Foto Andri

Ia menjelaskan, pengembangan kerajinan warga sebelumnya juga mendapat dukungan dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melalui program pendampingan dan pelatihan pengolahan produk rumah tangga berbasis potensi lokal.

“Seiring meningkatnya perhatian terhadap ekonomi kreatif dan produk berbasis budaya lokal, kerajinan boru kini mulai dikenal masyarakat Kota Kendari dan dipasarkan lebih luas,” bebernya.

Dengan demikian kata Sainul, promosi produk UMKM di forum internasional dinilai penting untuk membuka peluang pasar baru sekaligus memperkuat citra Kendari sebagai kota yang bertumbuh dengan kekuatan budaya dan ekonomi kreatif masyarakatnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement