SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan

Gubernur Sultra Resmikan 100 Stand UMKM, Dorong Daya Saing Produk Lokal

Asr 48

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sultra untuk menegaskan arah penguatan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, meresmikan stand UMKM yang dipusatkan di kawasan MTQ Kendari, Jumat, 24 April 2026.

Peresmian itu dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, perwakilan Bank Indonesia, jajaran direksi Perumda, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Sultra, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Prosesi pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh gubernur bersama pejabat pusat dan daerah. Agenda tersebut merupakan rangkaian promosi produk lokal yang melibatkan pelaku UMKM dari berbagai kabupaten dan kota di Sultra.

“Hari ini kita meresmikan Stand UMKM Sultra sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pelaku usaha lokal agar terus berkembang dan naik kelas,” kata Andi Sumangerukka.

Sekitar 100 pelaku UMKM ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka menampilkan beragam produk, mulai dari olahan pangan, kerajinan tangan, hingga komoditas unggulan khas daerah. Usai peresmian, gubernur bersama rombongan meninjau satu per satu stand, berdialog dengan pelaku usaha, sekaligus mengevaluasi kualitas produk yang dipamerkan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Andi Sumangerukka menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kemasan produk agar mampu bersaing, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga menembus pasar nasional.

“UMKM harus didorong lebih adaptif, baik dari sisi kualitas produk maupun pemasaran. Ini yang akan menentukan daya saing ke depan,” jelasnya.

Ia menilai kehadiran stand UMKM dalam perayaan HUT Sultra bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen promosi sekaligus ruang uji pasar bagi pelaku usaha. Keterlibatan Bank Indonesia dan dukungan lintas OPD diharapkan memperkuat ekosistem pembinaan UMKM secara berkelanjutan.

“Kita ingin mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk mengunjungi stand-stand tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan siklus ekonomi yang lebih inklusif di daerah,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement