KENDARI, TERASSULTRA.COM – Kota Kendari kian memantapkan langkahnya menuju panggung internasional. Menjelang pelaksanaan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026, berbagai persiapan terus dikebut oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pada Senin, 30 Maret 2026, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari La Ode Muhammad Inarto turut mendampingi Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Wakil Wali Kota, Kepala Kejaksaan Negeri, serta Komandan Pangkalan TNI AL dalam kunjungan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan.
Dua kawasan menjadi fokus utama yakni Pantai Nambo sebagai venue utama dan kawasan Papalimba di Kecamatan Abeli yang akan digunakan sebagai lokasi gala dinner.
Di Pantai Nambo, rombongan menelusuri area yang tengah berbenah. Sejumlah pekerja tampak sibuk menyelesaikan berbagai aspek teknis mulai dari pembangunan panggung utama, penataan lanskap, hingga normalisasi saluran air yang menjadi bagian penting dari penguatan infrastruktur kawasan.
Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto, menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat dan terukur yang dilakukan oleh pemerintah kota. Ia menilai, upaya ini mencerminkan komitmen kuat untuk menghadirkan kegiatan berkelas internasional dengan standar yang tinggi.
“Saya melihat langsung bagaimana tim Pemkot bekerja dengan penuh kesungguhan. Ini bukan pekerjaan biasa. Ini adalah upaya besar untuk memastikan Kendari tampil sebagai tuan rumah yang layak di hadapan delegasi internasional,” bebernya.

Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto dampingi Wali Kota Siska Karina Imran tinjau lokasi pelaksanaan UCLG ASPAC. Foto Andri
Pantai Nambo tambahnya memiliki nilai strategis sekaligus simbolik. Sebagai salah satu destinasi unggulan di Kendari, kawasan tersebut dinilai mampu merepresentasikan identitas kota yang kaya akan potensi alam dan budaya. Oleh karena itu, penataan yang dilakukan tidak boleh berhenti pada aspek fungsional semata.
“Pantai Nambo ini adalah wajah kita. Apa yang dilihat oleh tamu dari berbagai negara nantinya akan menjadi kesan pertama tentang Kendari. Maka, selain memastikan kesiapan teknis, kita juga harus menampilkan keindahan, kebersihan, dan karakter lokal yang kuat,” katanya.
Selanjutnya kata Inarto, integrasi unsur budaya lokal menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Menurutnya, kegiatan internasional seperti UCLG ASPAC merupakan kesempatan langka untuk mempromosikan kekayaan daerah secara langsung kepada dunia.
“Kita harus memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Jangan hanya fokus pada acara seremonial. Setiap detail mulai dari dekorasi, sajian kuliner, hingga konsep penyambutan harus mencerminkan identitas budaya Kendari dan Sulawesi Tenggara (Sultra) secara umum,” ucapnya.
Selain Pantai Nambo, rombongan juga meninjau kawasan Papalimba di Kecamatan Abeli yang direncanakan menjadi lokasi gala dinner. Berbeda dengan venue utama, kawasan ini diharapkan menghadirkan suasana yang lebih hangat dan intim, sebagai ruang interaksi antar delegasi dalam nuansa budaya lokal.
Di lokasi tersebut, berbagai konsep penataan tengah disiapkan, termasuk penguatan fasilitas pendukung dan penyesuaian tata ruang agar mampu menampung kegiatan berskala internasional tanpa menghilangkan nuansa kearifan lokal. Pemerintah kota berupaya menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berkesan, tetapi juga autentik bagi para tamu.

Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto bersama Wali Kota Siska Karina Imran saat meninjau lokasi pelaksanaan event internasional. Foto Andri
Inarto menilai, keberhasilan penyelenggaraan UCLG ASPAC 2026 tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari dampak jangka panjang yang ditinggalkan bagi kota dan masyarakat.
“Yang kita bangun hari ini harus memberi manfaat setelah acara selesai. Infrastruktur yang dibenahi, kawasan yang ditata, semuanya harus bisa dinikmati oleh masyarakat dalam jangka panjang. Ini bukan proyek sesaat, tetapi investasi untuk masa depan Kendari,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan agenda ini. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memastikan kesiapan yang menyeluruh.
“Kegiatan sebesar ini membutuhkan kerja bersama. Tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Semua harus terlibat, dari pemerintah, aparat, hingga masyarakat. Ini adalah tanggung jawab kolektif kita,” katanya.
Dengan waktu yang terus berjalan menuju 2026, optimisme mulai tumbuh di tengah berbagai upaya yang dilakukan. Kendari tidak hanya bersiap menjadi tuan rumah, tetapi juga berupaya menegaskan posisinya sebagai kota pesisir yang siap tampil di panggung global.
“Ini adalah kesempatan emas bagi Kendari. Kita harus memastikan bahwa ketika dunia datang, yang mereka lihat adalah kota yang siap, indah, dan membanggakan,” tandasnya. (adv)


















Komentar