SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar Daerah Pemerintahan

Hugua Tutup Safari Ramadan di Konawe Kepulauan

Hugua 1
Wakil Gubernur Sultra, Hugua saat menutup safari ramadan di Konkep. Foto Andri

KONKEP, TERASSULTRA.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua menutup rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sultra 2026 dengan sebuah pesan yang menekankan kedalaman makna ibadah, bukan sekadar rutinitas. Penutupan itu berlangsung di Masjid Al-Muhajirin, Kelurahan Langara Iwawo, Kecamatan Wawonii Barat, Senin, 16 Maret 2026 malam.

Di hadapan jamaah tarawih, Hugua tidak hanya berbicara tentang program pemerintah, tetapi juga mengajak masyarakat menengok kembali esensi Ramadan, terutama di sepuluh malam terakhir yang kerap disebut sebagai fase paling menentukan.

“Ramadan ini adalah proses membentuk manusia yang lebih sabar, lebih mampu mengendalikan diri, dan lebih peduli terhadap sesama,” ungkapnya.

Ia menyebut Safari Ramadan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat yang tidak sekadar bersifat seremonial. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat harus mampu memperkuat nilai keagamaan sekaligus membangun kepercayaan publik.

“Safari Ramadan ini bukan hanya kunjungan. Ini adalah upaya merawat silaturahmi dan menghadirkan pemerintah lebih dekat dengan rakyat, sambil menghidupkan syiar Islam di ruang-ruang sosial,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Hugua mentil pentingnya memaksimalkan penghujung Ramadan. Ia mengingatkan bahwa momentum sepuluh hari terakhir seharusnya menjadi ruang refleksi sekaligus akselerasi ibadah.

“Kalau di awal kita masih beradaptasi, maka di akhir Ramadan ini saatnya kita berlari. Perbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berdoa. Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa meninggalkan jejak dalam diri kita,” ungkapnya.

Selain itu, Hugua menyinggung potensi besar Kabupaten Konawe Kepulauan, khususnya Pulau Wawonii. Ia menilai sektor perikanan, pertanian, perkebunan, hingga wisata bahari merupakan modal penting bagi pembangunan daerah ke depan.

“Wawonii ini kaya. Tinggal bagaimana kita mengelola dengan baik, menjaga keberlanjutan, dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada 131 rumah tangga kurang mampu. Program ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PT PLN (Persero), Pemerintah Provinsi Sultra, dan Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan.

“Listrik bukan sekadar penerangan, tapi pintu masuk bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ini bagian dari upaya kita menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan,” tandas Hugua.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement