KENDARI, TERASSULTRA.COM – Insiden penikaman yang dilakukan seorang juru parkir (Jukir) liar terhadap pengunjung di pusat perbelanjaan The Park Kendari, tepatnya di jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia menuai kecaman dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari.
Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik menilai kasus tersebut mencoreng wajah keamanan kota dan menegaskan bahwa praktik parkir liar tidak boleh lagi dibiarkan. Dengan demikian ia, meminta pihak kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas pelaku serta memberi efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami sangat prihatin atas peristiwa ini. Penikaman di The Park Kendari jelas menunjukkan betapa berbahayanya praktik parkir liar. Kami mendesak pihak kepolisian agar menindak tegas pelaku dan semua premanisme yang berkedok juru parkir,” tegasnya, Senin (25/8/2025).
Menurut Rajab, persoalan parkir liar bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keamanan masyarakat dan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menilai, pemerintah kota (Pemkot) harus segera mengambil langkah konkret dengan menata sistem parkir agar dikelola secara legal.
“Idealnya, parkir dikelola secara resmi. Kalau Pemkot belum memiliki SDM, bisa dipihak-ketigakan kepada pengusaha dengan legalitas yang jelas. Jangan sampai masyarakat dipalak oleh oknum tanpa karcis resmi. Ini jelas merugikan warga sekaligus PAD daerah,” ungkapnya.
Rajab menambahkan, Kota Kendari sebagai kota yang terus berkembang dengan lalu lintas kendaraan yang kian padat, membutuhkan manajemen parkir yang modern dan transparan. Ia mendorong agar Pemkot membentuk Perusahaan Daerah (PD) Parkir atau memberikan ruang bagi masyarakat dan pihak swasta untuk mengelola parkir dengan sistem yang sah.
“Kita tidak boleh kalah oleh premanisme parkir liar. Ada aparat penegak hukum, ada Satpol PP, dan ada Perda yang bisa dijalankan. Semua harus bergerak agar masyarakat merasa aman,” tegas politikus Golkar itu.
“Kami juga meminta kepolisian menertibkan praktik parkir ilegal yang kerap meresahkan warga di berbagai titik kota Kendari,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar