KENDARI, TERASSULTRA.COM – Warga RT 07 bersama Camat Puuwatu, Sainul Latief, menunjukkan contoh nyata semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) secara swadaya.
TPS yang dibangun terletak di RW 03 dan akan melayani tiga RT sekaligus yakni RT 07, RT 08, dan RT 09 yang selama ini belum memiliki fasilitas pembuangan sampah terpusat. Akibatnya, warga kerap membuang sampah di sembarang tempat, mulai dari pinggir jalan hingga lahan kosong, yang memicu pemandangan tidak sedap dan potensi masalah kesehatan.
Camat Puuwatu, Sainul Latief, mengatakan bahwa gagasan pembangunan TPS ini sudah lama menjadi pembahasan di kalangan warga, namun belum terealisasi karena keterbatasan dana dan koordinasi.

Warga gotong royong bangun Tempat Pembuangan Sampah. Foto Andri
“Rencana ini sebenarnya sudah lama diwacanakan. Namun, Alhamdulillah saat saya masuk, kita langsung duduk bersama warga dan menyepakati pembangunannya. Ini murni hasil patungan warga RT 07 dengan dukungan pihak kecamatan,” ungkap Sainul.
Menurutnya, masalah sampah adalah salah satu persoalan lingkungan yang paling sering memicu gesekan antarwarga jika tidak segera ditangani.
“Kalau TPS tidak ada, otomatis sampah akan dibuang sembarangan. Dampaknya bukan hanya lingkungan menjadi kotor, tapi juga bisa memicu konflik. Dengan adanya TPS ini, paling tidak di lingkungan terkecil sampah bisa dikelola dengan baik,” jelasnya.

Camat Sainul Latief terlibat langsung pembuatan TPS. Foto Andri
Pembangunan TPS dilakukan dengan modal gotong royong. Warga saling bahu membahu, ada yang menyumbang semen, pasir, batako, besi, hingga ongkos tukang. Beberapa warga bahkan menyediakan waktu dan tenaga untuk membantu proses pengerjaan di lapangan.
“Ada warga yang menyumbang bahan bangunan, ada yang menanggung ongkos tukang. Ini bukti bahwa kesadaran warga terhadap pentingnya kebersihan lingkungan semakin meningkat,” kata Sainul yang juga mantan jurnalis itu.
Selain membangun TPS, pihak kecamatan juga melakukan sosialisasi kepada warga mengenai jadwal pembuangan sampah yang telah ditetapkan. Sosialisasi ini termasuk penyampaian edaran Wali Kota Kendari tentang larangan membuang sampah sembarangan dan sanksi denda bagi pelanggarnya.

Warga sangat antusias bangun Tempat Pembuangan Sampah. Foto Andri
“Kita berharap hasil rembuk warga ini menjadi resolusi bersama dalam penanganan sampah. Jadwal pembuangan sudah kita sosialisasikan, dan kami ingatkan warga agar mematuhi aturan, termasuk larangan membuang sampah sembarangan yang bisa dikenakan denda,” tegasnya.
Dengan demikian, Pemerintah Kecamatan Puuwatu berharap pembangunan TPS ini menjadi contoh bagi wilayah lain untuk mengedepankan gotong royong dalam mengatasi persoalan lingkungan. Dengan adanya fasilitas ini, mereka optimistis pengelolaan sampah akan lebih teratur, dan kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan akan semakin meningkat.
“Semoga semangat kebersamaan ini bisa terus kita pelihara. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama, dan keberhasilan menjaga lingkungan dimulai dari skala terkecil, yaitu lingkungan tempat tinggal kita sendiri,” tandas Sainul Latief. (adv)


















Komentar