SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pemkot Kendari

Kurangi Sampah Plastik, Camat Puuwatu Dorong Optimalisasi Bank Sampah An-Nur dan Penerapan 3R

Bank sampah
Bank Sampah An-Nur menjadi salah tempat pengurangan sampah plastik di Kota Kendari. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dalam upaya mewujudkan Kota Kendari yang bersih dan sehat, Pemerintah Kecamatan Puuwatu aktif menggalakkan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan masyarakat.

Salah satu inisiatif unggulan yang menjadi perhatian adalah optimalisasi Bank Sampah An-Nur di Kompleks Perumahan BPN, RW 08, Kelurahan Puuwatu, yang kini menjadi titik pantau dalam program Kota Sehat 2025.

Camat Puuwatu, Sainal Latief, mengatakan, kehadiran Bank Sampah An-Nur telah memberikan kontribusi nyata dalam pengurangan sampah plastik di wilayahnya. Melalui pendekatan 3R, masyarakat tidak hanya diajak memilah dan mengelola sampah, tetapi juga diajarkan bagaimana mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomis.

“Kami terus dorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dengan konsep 3R, mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang. Bank Sampah An-Nur jadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah bisa memberi dampak ekonomi dan sosial,” ungkap Sainal saat ditemui, Selasa (8/7/2025).

IMG 20250709 WA0003 1

Camat Puuwatu, Sainal Letief saat membersihkan lingkungan bersama warga. Foto Andri

Menurut mantan jurnalis yang kini menjabat sebagai Camat ini, program bank sampah bukan hanya soal mengurangi limbah, tetapi juga sebagai media edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum ibu.

“Mayoritas pengelola bank sampah ini adalah ibu-ibu rumah tangga. Mereka aktif memilah botol bekas, kemasan plastik, hingga limbah anorganik lainnya. Bahkan banyak yang sudah mahir membuat kerajinan dari limbah daur ulang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sainal menuturkan bahwa peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari juga sangat besar dalam membina dan memfasilitasi pengelolaan bank sampah.

“DLHK selalu hadir memberikan pembinaan dan pelatihan. Ini bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah kota, kecamatan, dan warga dalam mengelola lingkungan,” tambahnya.

IMG 20250709 WA0004

Camat Puuwatu, Sainal Letief bersama warga setempat usai membersihkan lingkungan. Foto Andri

Pengelolaan sampah di RW 08 yang meliputi tiga RT, yakni RT 22, 23, dan 24, kini menjadi contoh pengelolaan berbasis masyarakat yang efektif. Sampah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna, kini bisa diubah menjadi kompos, kerajinan, atau bahkan sumber penghasilan.

“Sampah organik, seperti sisa makanan dan sayur, bisa diolah menggunakan komposter untuk dijadikan pupuk. Sementara sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, atau kertas, bisa dijual atau dijadikan produk kreatif. Ini sangat membantu warga dalam meningkatkan pendapatan,” terangnya.

Selain pengelolaan sampah, Camat Sainal Letief bahwa pihaknya rutin menggelar kegiatan gotong royong dan pembenahan infrastruktur lingkungan, termasuk pengerukan drainase dan perawatan taman median jalan di sekitar kompleks.

“Sabtu dan Minggu kemarin, kami bersama warga membersihkan saluran air dan membenahi taman. Kegiatan semacam ini jadi rutinitas yang juga mempererat kebersamaan warga,” tuturnya.

IMG 20250709 WA0001

Warga rutin melaksanakan pembersihan lingkungan. Foto Andri

Bank Sampah An-Nur kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah, tetapi juga sebagai salah satu indikator penting yang dinilai dalam program nasional Kota Sehat 2025.

“Kota sehat bukan hanya soal fasilitas, tapi juga budaya hidup bersih dan kesadaran masyarakat. Kita ingin menjadikan Puuwatu sebagai kecamatan yang berkontribusi aktif terhadap misi Kota Kendari sebagai kota yang bersih, hijau, dan sehat,” tegasnya.

Ia juga berharap agar keberhasilan Bank Sampah An-Nur dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Kendari. Menurutnya, ketika masyarakat sadar akan pentingnya pengelolaan sampah, maka tantangan lingkungan bisa diatasi dengan cara yang sederhana namun efektif.

“Kalau semua lingkungan punya semangat yang sama, maka Kota Kendari bebas sampah bukan lagi impian. Bank sampah bukan hanya tempat kumpul plastik, tapi pusat edukasi dan peradaban baru soal kebersihan,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement