KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Salah satu terobosan terbaru adalah rencana pembentukan Kios Pangan di seluruh 65 kelurahan yang tersebar di Kota Kendari.
Program yang digagas Pemkot Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari ini secara resmi mulai disosialisasikan pada Rabu (25/6/2025) melalui agenda pemanfaatan dan pengelolaan Kios Pangan. Inisiatif ini mendapat respons positif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk dari jajaran pemerintah kecamatan.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman saat membuka sosialisasi rencana pembetukan kios pangan di 65 Kelurahan. Foto Andri
Salah satu dukungan kuat datang dari Camat Puuwatu, Sainul Latief, yang menyebut program Kios Pangan sebagai terobosan nyata dalam mengatasi persoalan fluktuasi harga dan aksesibilitas bahan pangan di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kebijakan ini. Kios Pangan adalah solusi konkret untuk memotong rantai distribusi yang selama ini menyebabkan harga-harga di pasar menjadi tidak stabil. Dengan adanya kios di setiap kelurahan, warga bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah, akses yang lebih dekat, dan kualitas yang terjamin,” ungkap Sainul Latief, Kamis (3/7/2025).
Menurutnya, langkah ini menjadi sangat strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi bahan pokok, tetapi juga sebagai alat pengendali inflasi di tingkat lokal, khususnya menjelang momen-momen hari besar keagamaan atau saat musim paceklik.

Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf saat memberikan sambutan dalam sosialisasi rencana pembentukan kios di 65 Kelurahan. Foto Andri
Lebih lanjut, mantan wartawan Kendari Pos itu memastikan pihaknya siap mendukung penuh kebijakan tersebut, terutama dalam hal pendampingan dan fasilitasi di tingkat kelurahan.
“Kami akan bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan para lurah. Mulai dari proses sosialisasi kepada masyarakat, penentuan lokasi yang strategis, hingga pengawasan dan evaluasi pelaksanaannya. Ini bukan hanya program seremonial, tapi program nyata yang harus dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah kecamatan memiliki peran penting sebagai jembatan antara kebijakan kota dan implementasi di lapangan. Karenanya, koordinasi lintas sektor akan diperkuat agar program ini benar-benar berjalan efektif dan berkelanjutan.
Sainul Latief menambahkan, kehadiran Kios Pangan bukan hanya berdampak pada stabilitas harga dan ketersediaan barang pokok, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Ia melihat peluang besar agar program ini juga bisa bersinergi dengan pelaku UMKM, kelompok wanita tani, dan koperasi di tingkat kelurahan.

Camat Puuwatu, Sainul Latief. Foto Andri
“Kami melihat ini sebagai peluang. Kios Pangan bisa menjadi tempat menitipkan produk olahan lokal dari UMKM atau kelompok wanita tani. Artinya, selain mendekatkan bahan pokok ke masyarakat, kios ini juga bisa jadi etalase produk lokal kita. Ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Ia berharap, model pengelolaan Kios Pangan ke depan bisa melibatkan masyarakat secara langsung, baik sebagai konsumen maupun pelaku usaha. Dengan demikian, keberadaan kios ini akan menciptakan efek ganda yang menguntungkan bagi masyarakat.
“Kami ingin agar program seperti ini tidak hanya berhenti di niat baik, tapi juga berhasil dalam pelaksanaan. Jika dikelola dengan benar, Kios Pangan akan jadi kekuatan ekonomi baru di tengah kelurahan,” tandasnya. (adv)


















Komentar