KENDARI, TERASSULTRA.COM – Musibah tanah longsor yang terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Alolama, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, pada Jumat (27/6/2025) lalu, menyisakan trauma bagi warga setempat. Salah satu korban dari insiden tersebut adalah seorang remaja berusia 16 tahun bernama Muhammad Rifky, yang mengalami luka setelah tertimpa material longsor.
Mengetahui adanya korban dari kejadian tersebut, Camat Mandonga, Kasman Marewa, langsung bergerak cepat. Ia bersama jajaran turun ke lokasi kejadian sesaat setelah informasi diterima, guna memastikan kondisi lingkungan serta keselamatan warga di sekitar titik longsor.
Tindakan cepat tersebut mendapat perhatian positif dari warga dan menjadi bentuk nyata respons pemerintah terhadap bencana di wilayah perkotaan.

Camat Mandonga, Kasman Marewa saat menjenguk korban longsor. Foto Andri
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini, apalagi melibatkan anak-anak. Begitu kami mendapatkan laporan, saya bersama tim langsung turun ke lokasi untuk memastikan situasi aman dan terkendali,” ujar Kasman Marewa kepada Teras Sultra, Senin (30/6/2025).
Tidak hanya berhenti di lokasi kejadian, Camat Mandonga juga menyempatkan diri mengunjungi langsung rumah korban untuk melihat kondisi terkini Muhammad Rifky. Dalam kunjungannya, ia disambut hangat oleh keluarga korban dan warga sekitar.
“Alhamdulillah, hari ini saya menjenguk ananda Rifky di rumahnya. Saya sangat bersyukur karena kondisinya sudah membaik dan sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Ini adalah kabar baik untuk kita semua,” tuturnya.

Camat Mandongan, Kasman Marewa saat menyampaikan kepada warga untuk membantu korban longsor. Foto Andri
Ia menjelaskan bahwa kejadian tanah longsor yang menimpa Rifky menjadi peringatan penting terkait kondisi wilayah yang rentan terhadap bencana, khususnya di musim hujan. Menurutnya, koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan guna mengidentifikasi titik-titik rawan bencana di Kecamatan Mandonga, termasuk upaya perbaikan infrastruktur dan saluran air yang berpotensi memicu longsor.
“Wilayah Mandonga memiliki sejumlah titik yang memang rawan, terutama di daerah yang berada di dataran tinggi dan padat permukiman. Kami sudah mulai memetakan wilayah-wilayah tersebut agar dapat diambil langkah mitigasi secara lebih terstruktur,” jelasnya.
Kasman juga menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap langkah kebijakan pemerintah kecamatan. Oleh karena itu, ia mengimbau warga untuk selalu waspada dan melapor jika melihat potensi ancaman di lingkungan masing-masing.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami. Kami minta warga untuk tidak ragu melaporkan jika ada kondisi berbahaya, seperti pergerakan tanah, retakan jalan, atau pohon yang rawan tumbang. Pemerintah hadir untuk melindungi dan melayani masyarakat, terlebih saat mereka menghadapi kesulitan,” katanya.

Warga setempat saat membantu korban longsor di Kecamatan Mandonga. Foto Andri
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemerintah Kota Kendari, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum, untuk penanganan lanjutan berupa perbaikan struktur tanah, pemasangan bronjong, serta evaluasi drainase di kawasan tersebut.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Maka dari itu, sinergi antarinstansi terus kita perkuat. Kita juga akan melibatkan masyarakat dalam program kebersihan lingkungan dan edukasi mitigasi bencana,” tambahnya.
Atas nama Pemerintah Kecamatan Mandonga, Kasman Marewa juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah bahu membahu dalam mengevakuasi korban dan membersihkan area terdampak longsor.
“Sikap gotong royong warga luar biasa. Ini membuktikan bahwa rasa kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat masih sangat kuat. Kami sangat mengapresiasi hal ini,” tandasnya. (adv)


















Komentar