SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial

Serap Aspirasi Warga Mandonga, Apriliani Janji Perjuangkan PKH, Beasiswa, dan Keamanan Lingkungan

IMG 20250624 WA0041
Anggota DPRD Kota Kendari, Apriliani Puspitawati saat pose bersama dengan warga usai melaksanakan reses. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Warga RT 15 Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga menyampaikan sejumlah usulan kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Apriliani Puspitawati, dalam kegiatan reses masa sidang III tahun 2025 yang digelar pada Selasa (24/6/2025).

Dalam kegiatan tatap muka yang berlangsung hangat tersebut, warga mengajukan permintaan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), beasiswa bagi siswa dari keluarga tidak mampu, serta permintaan pemasangan lampu jalan dan CCTV lingkungan.

Selain itu, warga juga menyampaikan harapan agar program bantuan sosial seperti PKH dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang benar-benar membutuhkan. Menurut warga, masih ada sejumlah kepala keluarga di lingkungan tersebut yang belum tersentuh program bantuan pemerintah, padahal kondisi ekonominya cukup memprihatinkan.

“Kami berharap ada perhatian bagi keluarga-keluarga yang belum masuk data bantuan. Banyak yang hanya bekerja serabutan, penghasilan tidak tetap, tapi belum dapat bantuan. Mudah-mudahan ibu dewan bisa bantu kami,” kata ibu Hasmawati, warga RT 15 yang hadir dalam reses tersebut.

PSX 20231028 100714

Anggota DPRD Kota Kendari, Apriliani Puspitawati saat melaksanakan reses. Foto ist

Selain isu sosial dan pendidikan, warga juga menyoroti pentingnya aspek keamanan lingkungan. Mereka meminta agar pemerintah dapat segera memasang lampu penerangan jalan dan CCTV lingkungan, terutama di titik-titik rawan yang minim pencahayaan.

Menurut warga, ketiadaan penerangan di malam hari membuat situasi lingkungan menjadi rawan terhadap tindak kriminal seperti pencurian, perkelahian, hingga aktivitas negatif lainnya.

“Kalau malam gelap sekali di gang kami. Orang takut lewat. Pernah juga ada motor hilang. Kami harap dipasang lampu jalan dan CCTV supaya bisa lebih aman,” tutur Adnan, warga setempat.

Apriliani, legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menyambut baik berbagai usulan tersebut. Ia menyatakan bahwa apa yang disampaikan warga RT 15 merupakan bentuk nyata dari partisipasi publik yang harus diperjuangkan oleh wakil rakyat di parlemen daerah.

“Usulan warga ini sangat penting, karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Permintaan bantuan PKH dan beasiswa menunjukkan bahwa masih banyak keluarga yang membutuhkan dukungan sosial dan pendidikan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa banyak keluarga di Kelurahan Mandonga, khususnya di RT 15, yang memiliki anak usia sekolah namun mengalami kesulitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Karena itu, menurutnya, pemberian beasiswa menjadi bagian penting dalam menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.

“Pendidikan adalah hak semua anak, tanpa terkecuali. Maka, sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa tetap sekolah dan berprestasi,” tegas Apriliani.

PSX 20231028 100251

Anggota DPRD Kota Kendari, Apriliani Puspitawati saat melaksanakan reses di Kelurahan Mandonga. Foto ist

Soal bantuan PKH Apriliani menyatakan siap mengawal aspirasi tersebut agar diteruskan ke dinas sosial maupun dinas terkait lainnya.

“Kita akan komunikasikan dengan Dinas Sosial agar ada verifikasi dan validasi ulang terhadap data warga penerima bantuan. Jangan sampai ada yang benar-benar miskin tapi tidak terdata,” jelasnya.

Selanjutnya soal CCTV, Apriliani mengaku sangat memahami keresahan warga. Ia menyebut bahwa penerangan jalan dan sistem pengawasan seperti CCTV merupakan bentuk infrastruktur sosial yang penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan pemukiman.

“Lampu jalan dan CCTV lingkungan ini sangatlah penting untuk menjaga keamanan warga. Saya akan perjuangkan agar ini bisa segera direalisasikan. Keamanan lingkungan adalah prioritas kita bersama,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh aspirasi warga yang disampaikan dalam kegiatan reses ini akan dicatat sebagai bahan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD yang akan diperjuangkan dalam rapat pembahasan anggaran bersama Pemerintah Kota Kendari.

“Apa yang menjadi aspirasi warga akan kami bawa ke dalam forum resmi DPRD. Pokir ini nantinya menjadi dasar dalam perumusan program dan kegiatan yang didanai melalui APBD. Jadi, saya pastikan semuanya tidak hanya dicatat, tapi benar-benar diperjuangkan untuk direalisasikan,” ungkap Apriliani.

Sebagai anggota DPRD Kota Kendari dua periode dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mandonga dan Puuwatu, Apriliani mengaku telah menjadikan kegiatan reses sebagai momen penting untuk memperkuat keterhubungan langsung antara dirinya dan masyarakat.

“Reses bukan hanya sekadar kewajiban formal sebagai anggota dewan, tapi bagian dari tanggung jawab moral dan politik saya kepada masyarakat yang telah memberikan amanah. Lewat kegiatan ini, saya bisa mendengar langsung suara masyarakat dan memahami betul kebutuhan mereka,” terangnya.

Apriliani juga mengajak warga untuk terus berperan aktif dalam pembangunan daerah dengan menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, dan ikut mengawasi pelaksanaan program pemerintah.

“Masyarakat jangan ragu menyampaikan keluhan atau saran. Kita di DPRD butuh masukan agar kerja-kerja pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement