SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pemerintahan

Transformasi Digital Pengadaan Pemerintah, Wagub Sultra Buka Seminar dan Talk Show Katalog Elektronik Versi 6.0

FB IMG 1747032114682
Wakil Gubernur Sultra, saat memberikan sambutan Seminar dan Talk Show Katalog Elektronik Versi 6.0 yang digelar di Hotel Claro Kendari. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dalam upaya memperkuat integritas dan efisiensi dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua secara resmi membuka Seminar dan Talk Show Katalog Elektronik Versi 6.0 yang digelar di Hotel Claro Kendari, Selasa (29/4/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang sebelumnya telah meluncurkan sistem Katalog Elektronik Versi 6.0 secara nasional di Istana Negara pada 10 Desember 2024.

Dalam sambutannya, Wagub Hugua menyampaikan bahwa penggunaan Katalog Elektronik Versi 6.0 menjadi kewajiban bagi seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mulai 1 Januari 2025. Sistem ini diharapkan dapat memberikan lompatan besar dalam tata kelola pengadaan yang lebih modern, terbuka, dan bertanggung jawab.

“Himbauan dari Presiden merupakan langkah nyata transformasi digital di sektor pengadaan pemerintah. Ini akan memberikan dampak positif yang besar dalam hal efisiensi, transparansi, serta penghematan anggaran,” kata Hugua.

FB IMG 1747032097276

Wakil Gubernur Sultra, Hugua saat menghadiriSeminar dan Talk Show Katalog Elektronik Versi 6.0. Foto Andri

Ia menekankan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah selama ini menjadi sektor yang cukup rawan terhadap penyimpangan. Oleh karena itu, digitalisasi proses pengadaan melalui platform katalog elektronik tidak hanya mempercepat dan menyederhanakan prosedur, tetapi juga menjadi alat strategis dalam mencegah praktik-praktik korupsi.

“Melalui transparansi dan kompetisi yang sehat lewat katalog elektronik, kita ingin mendorong terciptanya pengadaan yang lebih akuntabel dan bebas dari intervensi tidak sehat. Semua pihak bisa mengakses informasi yang sama, termasuk masyarakat umum yang kini dapat memantau harga, spesifikasi, hingga gambar produk secara terbuka,” tambahnya.

Wagub Hugua juga menjelaskan bahwa Katalog Elektronik Versi 6.0 merupakan pengembangan dari versi sebelumnya dengan berbagai peningkatan fitur. Di antaranya sistem navigasi yang lebih ramah pengguna, peningkatan keamanan transaksi, integrasi data yang lebih baik, serta fleksibilitas dalam pembaruan katalog.

“Versi 6.0 ini memberikan pengalaman pengguna yang jauh lebih baik dan efisien, baik bagi penyedia maupun pengguna layanan pengadaan. Tentu dalam proses migrasi dari versi sebelumnya akan muncul tantangan, tapi itu bagian dari dinamika perubahan,” bebernya.

FB IMG 1747032105977

Wakil Gubernur Sultra, Hugua pose bersama usai membuka Seminar dan Talk Show Katalog Elektronik Versi 6.0. Foto Andri

Ia berharap kegiatan seminar dan talk show ini dapat menjadi ruang diskusi yang produktif bagi para pelaku pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra, sekaligus menjawab berbagai persoalan teknis yang muncul selama proses transisi sistem.

“Saya harap forum ini dapat memberikan pencerahan dan solusi terhadap kendala yang dihadapi. Kita ingin seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang utuh dan mampu memanfaatkan sistem ini secara maksimal,” tegasnya.

Wakil Gubernur Hugua juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber yang telah bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman, termasuk perwakilan dari Pasar Digital Pengadaan LKPP RI, Director BenQ Indonesia, serta Departemen Manager PT. Datascrip yang turut hadir bersama timnya.

“Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam memperkuat sistem pengadaan berbasis digital. Kita butuh sinergi dan komitmen bersama agar transformasi ini berjalan lancar dan memberi manfaat luas,” tandas Hugua.

Acara tersebut turut dihadiri para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, pelaku pengadaan barang dan jasa, serta stakeholder lainnya yang memiliki peran penting dalam implementasi katalog elektronik. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement