SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pemerintahan

Dirgahayu Sultra ke-61: Gubernur ASR Ajak Masyarakat Bangun Daerah dalam Semangat Kebhinekaan dan Optimisme

FB IMG 1746686670454
Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka saat memberikan sambutan dalam rangka memperingati Sultra ke-61. Foto Andri

KOLAKA, TERASSULTRA COM – Dalam balutan adat Tolaki yang sarat makna, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), memimpin langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sultra yang dirangkaikan dengan HUT ke-29 Otonomi Daerah di Lapangan Gelora Kolaka, Sabtu (27/4/2025).

Upacara berlangsung khidmat, penuh nuansa budaya dan semangat kebangsaan. Tampak hadir sejumlah tokoh penting, dari jajaran anggota DPR RI dan DPD RI, BPK RI, Forkopimda, hingga para raja dan sultan dari berbagai kerajaan adat di Sulawesi Tenggara. Seluruh bupati, wali kota, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, hingga akademisi dan pelaku usaha pun ikut larut dalam perayaan akbar yang merepresentasikan kebhinekaan dan harmoni yang menjadi kekuatan utama daerah ini.

“Sulawesi Tenggara hari ini adalah warisan prestisius dan sangat berharga dari hasil perjuangan dan pengorbanan para tokoh pendahulu kita. Sudah semestinya kita mengisi warisan ini dengan kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja cerdas untuk kemajuan bersama,” ujar Gubernur ASR dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan hadirin.

FB IMG 1746686659396

Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka bersama Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala saat pelaksanaan upacara peringatan HUT Sultra. Foto Andri

Kebhinekaan Jadi Fondasi Kuat Bangun Daerah

Upacara tersebut bukan sekadar seremoni. Gubernur ASR menjadikan momentum itu sebagai ajakan moral untuk menjadikan keberagaman Sultra, dalam suku, bahasa, adat, dan budaya, bukan sebagai titik perbedaan, melainkan sebagai kekuatan.

“Keberagaman yang kita miliki bukanlah sekat, melainkan jembatan menuju masa depan. Inilah kekuatan mumpuni yang jika diharmonisasikan dengan baik, akan menjadi modal sosial dan budaya yang sangat bernilai,” tegasnya.

Kehadiran para pemangku adat seperti Sultan Buton, Raja Bokeo Mekongga, Ketua Lembaga Adat Tolaki, Muna, Moronene, hingga tokoh KKSS Sultra menjadi penanda kuatnya nilai-nilai kultural yang terus hidup dan berkontribusi pada dinamika pembangunan Sulawesi Tenggara.

Peringatan yang Sarat Makna dan Harapan

Gubernur ASR tak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menyoroti pencapaian pembangunan saat ini. Menurutnya, meskipun berbagai tantangan hadir, Sultra tetap menunjukkan progres positif dalam berbagai sektor. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, pendidikan, hingga peningkatan kualitas layanan publik.

Ia juga menegaskan bahwa peringatan HUT ke-61 Provinsi Sultra yang beriringan dengan HUT Otonomi Daerah ke-29 bukan hanya seremoni rutin, melainkan refleksi dan pemacu untuk terus memperbaiki diri.

“Membangun daerah otonomi bukan semata tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen pembangunan. Mulai dari masyarakat, swasta, akademisi, media, hingga ormas dan tokoh agama. Semua punya peran dan kontribusi,” katanya.

FB IMG 1746686677769

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka saat pelaksanaan HUT Sultra yang diselenggarakan di Kabupaten Kolaka. Foto Andri

Dengan mengutip filosofi lokal masyarakat Tolaki Mekongga, “Sangga Sanggae Olitumu Pekiki Ine Samba”, Gubernur mengajak masyarakat untuk menyusun rencana secara matang dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

Ajakan untuk Kolaborasi Menuju Sultra Maju

Tak lupa, Gubernur ASR menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, TNI-Polri, DPRD, pemerintah kabupaten kota, hingga seluruh masyarakat Sultra atas sinergi yang telah terjalin selama ini.

“Capaiannya harus kita tingkatkan, kekurangan harus kita benahi. Kita harus menyusun langkah ke depan secara komprehensif dan melaksanakannya secara tuntas. Kolaborasi dan gotong royong adalah kuncinya,” jelasnya.

Pesan-pesan moral dari berbagai falsafah lokal pun digaungkan dalam pidato Gubernur: “Inae Kona Sara Iye Pinesara, Inae Lia Sara Iye Pinekasara” (Tolaki), Pobinchi-binchi Kuli” (Buton), “Dapo Adha-Adhati, Dapo Pia Piara, Dapo Angka-Angkatau” (Muna), dan “Konianto ‘U” (Moronene), yang semuanya mengandung nilai luhur tentang kebersamaan, keadaban, dan cinta pada tanah kelahiran.

Di akhir sambutannya, ASR menyampaikan optimisme tinggi bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara dapat terus melangkah maju dalam harmoni menuju Indonesia Emas 2045.

“Dirgahayu Sultra kita. Teruslah tumbuh dalam harmoni, untuk Indonesia yang lebih baik,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement